Beki Mardani: Anak Betawi Saatnya Main Otak Tinggalkan Main Otot

Beki Mardani: Anak Betawi Saatnya Main Otak Tinggalkan Main Otot
Ketua umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Beky Mardani (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Minggu, 24 Januari 2021 12:03 WIB
terasjakarta.id

Ketua umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beki Mardani menyambut baik arahan Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengajak anak Betawi harus rajin belajar untuk meningkatkan daya saing dimasa mendatang.

Menurut Cing Beki biasa disapa, warga Betawi memang sudah seharusnya berada di segala lingkup bidang yang ada di Jakarta. Gerbang Betawi kata Cing Beki akan memfasilitasi untuk terciptanya intelektual Betawi.

"Gerbang Betawi memang sudah seharusnya fokus pada upaya peningkatan SDM betawi dan juga pemberdayaan ekonomi. Selama ini memang kita akui dua bidang itu kurang mendapat perhatian dari organisasi kebetawian," kata Cing Beki saat dihubungi terasjakarta, Minggu (24/1/2021).

Menurut Cing Beki, kedepan sudah saatnya ditingkatkan tradisi kemajuan intelektual masyarakat Betawi. Tradisi kekuatan otot sudah harus ditinggalkan.

"Nah tradisi intelektual ini yang harus kembali dibangkitkan, saatnya kita maen otak dan tinggalkan maen otot," ujar Cing Beki.

Selain itu Cing Beki juga beralasan masyarakat Betawi pada dasarnya memiliki tradisi kemampuan intelektual untuk bersaing dalam tingkat pendidikan. Banyak pendahulu Batawi yang tercatat sebagai bagian dari peradapan bangsa.  

"Tradisi intelektual di kalangan betawi sudah diwariskan oleh para tokoh-tokohnya, seperti MH Thamrin yang mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi tahun 1923, para guru-guru dan ulama betawi seperti guru Marzuki, Guru Mansyur, Guru Mughni, KH Abdullah Syafiie, Mualim Syafii Al Hazdami," jelas Cing Beki.

"Beliau-beliau adalah para kyai dan intelektual betawi yang telah banyak berbuat buat kemajuan kaum Betawi," pungkasnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti pentingnya membaca tren perubahan akibat pandemi Covid-19. Gubernur berharap, ada kemauan untuk belajar dan berubah atau disebut masyarakat pembelajar.

"Karena sudah tidak ada lagi kriteria kemajuan yang statis. Kriteria kemajuan itu, dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan pertumbuhan," kata Anies dalam sambutannya di program kuliah umum Gerakan Kebangkitan Betawi atau Gerbang Betawi yang dihelat virtual, Jumat, 22 Januari 2021.

Menurut Gubernur Anies, masyarakat Betawi turut menjadi pribadi yang mau belajar. Dengan begitu otomatis seorang pembelajar akan terus mengalami transformasi dalam hidupnya. Selain itu, pembelajar juga memiliki kemauan untuk menyerap ilmu dan berubah.

"Kita menyadari bahwa untuk bisa menjangkau masa depan harus mempunyai karakteristik pembelajar," kata Anies. (tan)

Beki Mardani Anak Betawi Saatnya Main Otak Tinggalkan Main Otot

Loading...

Related Post