Aksi Bejat Eks Anggota Dewan, Istri Dirawat Positif COVID-19, Anak Sendiri Digerayangi

Aksi Bejat Eks Anggota Dewan, Istri Dirawat Positif COVID-19, Anak Sendiri Digerayangi
Ilustrasi eks anggota dewan cabuli anak sendiri
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 23 Januari 2021 07:15 WIB
terasjakarta.id


Entah setan apa yang merasuki  Ali Ahmad (65) sehinga dia tega mencabuli purinya  sendiri.  Aksi mantan anggota dewan di Mataram,  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dilakukannya saat ibu atau istrinya dan kakak korban tengah dirawat intensif karena positif COVID-19  di rumah sakit. Kala itu korban hanya berada sendirian di rumahnya.

Peristiwa yang membetot perhatian warga ini terjadi Sabtu (18/2/20/21). Ali Ahmad sendiri saat ini sudah diamankan polisi.


Kapolresta Mataram Kombes Heri Wahyudi seperti dikutip dari Detik.com mengatakn, kejadian ini bermula ketika Ali menyuruh anaknya mandi. Setelah itu dia menyelinap masuk ke dalam kamar anaknya. Pencabulan terjadi di kamar korban.

"Saat korban  AA masuk ke dalam kamar selesai  mandi,  dia melihat bapaknya sudah ada dalam kamar, Lalu pelaku meminta korban membuka handuknya. Di situlah sempat terjadi pencabulan terhadap korban," kata Kapolresta.

Usai kejadian, korban melapor ke Polresta Mataram  dan pelaku pun diamankan. "Kasus ini direspons dan ditangani cepat oleh kepolisian dengan mengantongi sejumlah bukti permulaan yang cukup. Melalui gelar perkara dan penyidik sudah yakin dengan bukti yang dikantongi. Sehingga AA sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan," bebernya.

Ali Ahmad pun ditahan di Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ali Ahmad terancam pidana paling berat 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari pidana pokoknya.

.Dia menjelaskan ancaman hukuman tersebut sesuai sangkaan Pasal 82 Ayat 2 Perppu 1/2016 juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kami terapkan ayat 2 karena yang bersangkutan ini adalah ayah kandung korban, makanya ada tambahan sepertiga ancaman hukuman dari pidana pokoknya," tambah Kasat Reskrim

Ali Ahmad membantah pencabulan terhadap anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Dia tidak mengaku perbuatan bejatnya meski polisi mengantongi bukti-bukti.

Dia beralasan hanya melepas rindu dengan korban yang merupakan anak istri keduanya. Dia tetap membantah melakukan pencabulan terhadap anaknya yang berusia 17 tahun itu.

Saya ini sudah lama tidak ketemu dengan anak saya. Karena saya juga sudah lama bercerai sama ibunya," dalihnya. (don)

Mantang anggota dewan di Mataram NTB mencabuli anaknya sendiri saat istrinya dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Pelaku sudah diamankan polisi namun membantah telah mencabuli putrinya.

Loading...

Related Post