Nikmatnya Santap Tiwul dengan Ikan Wader Garing di Atas Wadah Daun Jati

 Nikmatnya  Santap Tiwul dengan Ikan Wader Garing di Atas Wadah  Daun Jati
Tiwul makanan yang terbuat dari olahan singkong
Editor : Donald Jakarta Food — Jumat, 22 Januari 2021 09:36 WIB
terasjakarta.id


Tak banyak orang tahu tentang makanan tradisional yang satu ini. Ya, Tiwul makanan tradisional asal Gunungkidul, Yogyakarta. Di asalnya, Tiwul dihidangkan sebagai sajian utama saat Lebaran.

Tiwul terbuat dari olahan singkong. Makanan ini sangat unik, selain rasanya yang sangat khas, Tiwul ini juga bisa dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. Makanan ini sudah terkenal sejak zaman dahulu dan menjadi salah satu warisan kuliner bagi masyarakat, khususnya di Gunungkidul.

Salah seorang warga Gunungkidul, Subur, mengatakan, warga menyajikan berbagai olahan tiwul, yakni tiwul ireng, tiwul cokelat, dan sego uleng.

Proses pembuatan Tiwul sendiri terang dia, melalui beberapa proses. Dalam proses pembuatannya, singkong dikupas dan dijemur hingga kering. Singkong yang sudah kering tersebut oleh masyarakat Jawa biasa di sebut dengan gaplek.

Gaplek ini kemudian ditumbuk hingga halus dan menjadi seperti tepung. Lalu tepung tersebut dikukus hingga matang dan menjadi tiwul. Dalam penyajiannya, biasanya tiwul di sajikan dengan ditaburi parutan kelapa. Namun bisa juga disajikan bersama dengan lauk pauk atau sambal.

Tiwul memiliki rasa yang sedikit manis dan memiliki aroma alami dari singkong, sehingga memiliki cita rasa yang khas pada makanan ini. Selain itu teksturnya yang pulen dan menggumpal memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya.

Tiwul ini dipercaya sangat berguna bagi tubuh kita, karena mempunyai kandungan kalori yang lebih rendah daripada nasi. Tiwul ini juga dapat mencegah penyakit seperti maag dan penyakit perut lainnya. 

Lauk pendamping yang paling enak, yakni wader goreng, pecel, dan gudeg. Saat makan, tidak menggunakan piring, melainkan daun jati dan daun pisang. Hal ini menambah kenikmatan yang luar biasa.

"Kalau makan tiwul tidak ada wader goreng, pecel, dan gudeg tidak lengkap. Rasa tiwul akan terasa lebih nikmat ketika menggunakan daun jati dan daun pisang. Rasanya ingin nambah dan nambah," kata dia.

Tiwul termasuk makanan yang sangat bersejarah karena sudah ada sejak zaman dahulu. Menurut sejarahnya, pada zaman penjajahan dulu makanan ini dijadikan makanan pokok bagi masyarakat dan dimakan bersama lauk pauk serta sayuran. Setelah jaman penjajahan, makanan ini masih tetap berfungsi sebagai makanan pokok apabila stok beras habis sebelum masa panen.

Namun saat ini, makanan tiwul menjadi makanan yang mewah, selain harganya mahal, juga banyak diburu wisatawan. Masyarakat juga beralih mengkonsumsi beras untuk makanan utama. Pada saat Lebaran, tiwul menjadi suguhan yang mewah di setiap rumah, khususnya di wilayah pelosok.

Bagi kamu penggila kuliner di Jakarta, juga bisa mendapatkan makanan Tiwul di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Bahkan untuk menikmati makanan ini, banyak juga disediakan melalui toko-toko online. (adt)

 

 

Nikmatnya Makan tiwul dicampur wader goreng di atas wadah daun jati. Rasanya pingin nambah terus.

Loading...

Related Post