Sembilan Hari Penerapan PSBB Ketat di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 65 juta

Sembilan Hari Penerapan PSBB Ketat di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 65 juta
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin
Editor : Potan Balaikota — Kamis, 21 Januari 2021 10:14 WIB
terasjakarta.id

Satpol PP DKI Jakarta mencatat total denda yang disetor pelanggar selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat mencapai Rp 64.900.000. Jumlah itu didata petugas selama sembilan hari, atau sejak PSBB ketat diberlakukan pada Senin (11/1/2021) sampai Selasa (20/1/2021).

Berdasarkan data dari Satpol PP DKI Jakarta, untuk rinciannya pelanggaran tak bermasker mencapai Rp 52.900.000; pelanggaran di perkantoran atau tempat usaha Rp 1 juta dan pelanggaran di restoran atau rumah makan (kafe) sebesar Rp 11 juta.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, untuk total pelanggar yang tak bermasker mencapai 15.491 orang. Rinciannya 15.162 memilih kerja sosial dan 329 orang membayar denda Rp 250.000 atau sesuai kemampuannya.

Kemudian untuk total pelanggar di perkantoran atau tempat kerja mencapai 283 perusahaan, dengan rincian satu membayar denda dan 14 perusahaan ditutup sementara, sedangkan 368 perusahaan mendapatkan teguran tertulis.

“Selanjutnya pelanggaran di restoran/rumah makan atau kafe mencapai 426 tempat. Rinciannya 10 tempat membayar denda dengan total Rp 11 juta, 64 penghentian sementara serta 352 pembubaran dan teguran tertulis,” kata Arifin.

Menurutnya untuk kelompok masyarakat yang melanggar, karena tidak membawa masker atau tidak memakai masker dengan benar ketika berada di luar rumah. Sedangkan tempat usaha dan tempat kerja, mereka melanggar karena tidak membatasi jumlah konsumen atau karyawan maksimal 25 persen dari kapasitas, atau tidak membuat jarak antarkonsumen dan antarkaryawan.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar denda, mereka dapat memilih sanksi sosial dengan membersihkan fasilitas umum. Kemudian para pelanggar, akan didata di aplikasi Jakarta Awasi Peraturan Daerah (JakAPD) yang dimiliki petugas.

Pengenaan sanksi itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019. “Sementara untuk total denda PSBB dari 5 Juni 2020 sampai 19 Januari 2021 mencapai Rp 5.803.970.000,” jelasnya.

Meski total denda menembus Rp 5,8 miliar lebih, namun Arifin memastikan DKI tidak berniat mengejar pendapatan dari sanksi tersebut. Adapun sanksi dibuat sebagai instrumen supaya masyarakat lebih taat terhadap ketentuan pemerintah demi menekan potensi penularan Covid-19.

“Jadi jangan sampai nanti seolah-olah Satpol PP mengejar penerimaan daerah dari denda,” tegas Arifin. (adt)

Sembilan Hari Penerapan PSBB Ketat di Jakarta Total Denda Hampir Rp 65 juta

Loading...

Related Post