Tugas Berat Marullah Dalam Membantu Gubernur Anies Soal Sampah, Macet, Banjir Hingga Covid-19

Tugas Berat Marullah Dalam Membantu Gubernur Anies Soal Sampah, Macet, Banjir Hingga Covid-19
ist
Editor : Potan Balaikota — Kamis, 21 Januari 2021 10:10 WIB
terasjakarta.id
Marullah Matali sudah resmi diangkat menjadi Seketaris Daerah (Sekda) DKI. Marullah dilantik Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai perwakilan presiden di Balaikota pada Senin 18 Januari 2021. Tugas berat saat ini sudah menanti dihadapan Marullah.

Demikian penilaian Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto alias SGY melalui keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

Menurut SGY, Marullah ditantang mampu membantu Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengurus masalah klasik Jakarta, seperti banjir, kemacetan, sampah, urabanisasi, penataan aset daerah, penagihan kewajiban fasos dan fasum dari pengembang, evaluasi kerjasama pemanfaatan aset daerah dengan pihak ketiga, dan dampak buruk dari pandemi Covid-19.

“Sekda baru harus bisa mempercepat menyelesaikan masalah-masalah berat tersebut. Termasuk masalah dampak buruk akibat dari wabah Covid-19, yaitu berkurangnya pendapatan daerah, bertambahnya pengangguran, tutupnya kegiatan UMKM dan lainnya,” kata SGY.

Selain masalah tersebut, menurut SGY, Sekda Marullah juga harus memperhatikan persoalan birokrasi, khusunya tentang posisi-posisi fungsional yang masih kosong, potensi KKN, dan pengawasan melekat pada jajaran birokrasi di Pemprov DKI Jakarta.

“Tak ada pilihan Sekda baru harus cepat bergerak. Sekda Marullah harus tegas tapi bijaksana dan terukur,” ujar SGY

Menurut Sugiyanto setidaknya ada lima hal yang harus segera dilakukan Sekda Marullah.

Pertama, melakukan konsolidasi internal dengan semua pejabat eselon untuk menyamakan persepsi membangun Jakarta berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah Jangkan Menenggah (RPJMD) dan visi-misi Gubernur Anies Bawesdan. 

Langkah kedua, melaksanakan aturan sistem reward and punishment terhadap ASN di Pemprov DKI Jakarta.

Langkah ketiga, memperluas dan mempemudah hubungan komunikasi dengan masyarakat dan media masa, termasuk menampung dan mendengarkan pengaduan dan keluhan serta aspirasi masyarakat DKI Jakarta. 

Langkah keempat  membangun hubungan yang harmonis dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. 

Berikutnya, menjembatani hubungan pemerintahan antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat.

“Segera lalukan lelang jabatan, maksimalkan fungsi Inspektorat untuk melakukan pengawasan melekat dalam rangka kepatuhan dan mencegah KKN, gerakan Diskominfotik untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat dan media masa tanpa diskriminasi,” tegas SGY

Masih kata SGY, Sekda Marullah harus berinisiatif melakukan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta baik formal maupun informal, termasuk memfasilitasi pertemuan rutin antara Gubernur dan DPRD. 

Hal ini bertujuan untuk meyelaraskan persepsi dalam membangun Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan program kerja dalam penyususnan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta. 

Sementara dengan pemerintah pusat, Marullah diharapkan dapat melakukan lobi tingkat tinggi untuk mensinkronkan program Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat.

“Di tangan Sekda Marullah lah bebagai persoalan Jakarta dapat dituntaskan dan harapan dapat diwujudkan. Tentunya berdasarkan janji-janji Gubernur Anies,” pungkas SGY. (tan)








Tugas Berat Marullah Membantu Gubernur Anies Sampah Macet Banjir Hingga Covid-19

Loading...

Related Post