Daging Sapi Langka, Pemilik Warung Menjerit Tak Bisa Jualan

  Daging Sapi Langka, Pemilik Warung Menjerit Tak Bisa Jualan
Ilustrasi penjual daging sapi (Foto: Merdeka.com)
Editor : Donald Rumah Rakyat — Rabu, 20 Januari 2021 21:57 WIB
terasjakarta.id


Pasokan daging sapi benar-benar hilang di pasar-pasar tradisional DKI Jakarta dan kawasan penyangga seperti, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi sepanjang, Rabu (20/1/2021) pagi hingga sore.

Hal ini disebabkan aksi mogok yang dilakukan para pedagang daging sapi.  Situasi ini membuat warga masyarakat maupun pemilik warung menjerit. Kalaupun ada yang dijual itu adalah daging stok lama dan harganya sangat mencekik.

Di Pasar Enjo, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur,  kelangkaan daging sapi diungkap Teteh, seorang warga Pisangan Lama. “Iya katanya pedangang lagi pada mogok. Habis harganya mahal banget. Denger-denger sih, mogoknya tiga hari,” katanya dikutip dari  Ayojakarta,

Kabar tentang kelangkaan daging sapi di pasar-pasar tradisional Ibu Kota juga diungkap oleh pemerintah daerah. Sebanyak 18 petugas gabungan dari Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur dan Dinas KPKP DKI, Rabu (20/1), mengecek keberadaan daging sapi di lima pasar tradisional.

 Kasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Irma Budiany, mengatakan dari lima pasar yang ditinjau hari ini petugas tidak menemukan satu pun pedagang daging sapi yang berjualan. Menurut dia, hal ini dipicu naiknya harga daging sapi dari yang semula  Rp90.000 per kilogram kini menjadi Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. “Hasil tinjauan di lima pasar tradisional hari ini, tidak ditemukan pedagang daging yang berjualan. Kalau kemarin masih ada satu dua yang jualan,” kata Irma

Untuk mengatasi kelangkaan daging sapi ini, kata Irma, pihaknya sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar harga daging bisa normal kembali. Karena jika masih tinggi, pedagang akan kesulitan menjualnya. “Dari observasi di lapangan, kelangkaan daging sapi ini diprediksi sampai 22 atau 23 Januari mendatang. Karena informasinya pedagang tidak berjualan menunggu harganya turun kembali,” pungkasnya.

 Aksi mogok berjualan daging sapi yang dilakukan pedagang di sejumlah pasar di Tangerang membuat sejumlah pedagang makanan yang menggunakan daging sebagai bahan baku utama mengeluh. Pasalnya, mereka kini kesulitan memperoleh daging yang biasanya dibeli melalui pedagang langganan mereka di beberapa pasar.

Hal itu diungkapkan Jonas,  pedagang soto di dekat kantor Pemkot Tangerang, Jalan  Satria Sudirman No. 1, Kota Tangerang, Banten

“Iya kam kesulitan mendapat daging, Sebelumnya aksi mogok ini sudah diberitahu pedagangnya,”ujarnya.

Jika aksi mogok ini masih  terus berlangsung, Jonas mengaku akan berdampak pada usahanya karena ketiadaan daging.

Sebelumnya, pedagang daging di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) sudah menyatakan rencana aksi mogok jualan mulai Rabu 20 Januari 2021, Hingga Jumat 22 Januari. Rencana mogok tersebut merupakan protes kepada pemerintah terhadap tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun. Rencana mogok tersebut diketahui melalui surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021.  (don)

 

 

 

Sejumlah pemilik warung menjerit karena daging sapi langka di pasaran menyusul aksi unjuk rasa para pedagangi sapi. Jika mogok itu masih berlangsung akan berdapak pada usaha mereka.

Loading...

Related Post