Hilangkan Perilaku 86, Komjen Listyo Sigit: Tak Ada Lagi Tilang di Jalan

Hilangkan Perilaku 86, Komjen Listyo Sigit: Tak Ada Lagi Tilang di Jalan
Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Uji Kelayakan di DPR RI, Rabu (20/1/2021) (Foto: Okezone)
Editor : Donald News — Rabu, 20 Januari 2021 12:57 WIB
terasjakarta.id


Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berkeinginan untuk mengubah adanya kebiasaan buruk oknum-oknum di jajarannya yang meminta uang damai atau yang diistikahkan denga sebuhan 86 saat melakukan tilang di jalan.

Makanya, Sigit ingin memperbaiki mekanisme tilang menjadi serba elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Hal ini disampaikan pria yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri itu  saat memaparkan visi dan misi dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon kapolri di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021). "Khusus di bidang lalu lintas secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau ETLE. Bertujuan untuk mengurangi proses penilangan guna menghindari penyimpangan saat anggota melaksamakan proses tersebut," tuturnya

Menurut lulusan Akpol 1991 ini, penerapan sistem ETLE secara merata untuk mengatur lalu lintas. Menurutnya, ke depan tidak ada lagi penilangan secara langsung di jalanan oleh anggota kepolisian. "Jadi ke depan saya harapkan anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri," ucapnya. 

Secara umum, Listyo menegaskan, ke depannya penegakan hukum tak boleh ada lagi hukum yang hanya taham ke bawah dan tumpul ke atas.  "Sebagai contoh ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tidak boleh ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum," ujar Listyo.

Sebagai calon Kapolri, dirinya banyak mendapatkan saran, masukan, kritik hingga harapan tetang Korps Bhayangkara ke depannya. Termasuk persoalan hukum yang sudah belakangan terjadi. 

"Tak boleh ada lagi seorang ibu melaporkan anaknya kemudian ibu tersebut diproses dan sekarang sedang berlangsung prosesnya dan akan masuk persidangan," kata Listyo.

“Hal-hal ini tentunya ke depan tidak boleh lagi atau tentunya kasus lain yang usik rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

Oleh sebab itu, jika dirinya dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas namun dengan cara yang humanis. 

dia, wajah institusi Polri pun dapat memenuhi harapan rakyat karena mampu memberikan penegakan hukum secara berkeadilan dan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM).

“Sisi-sisi itu akan menjadi fokus utama yang akan diperbaiki sehingga mampu ubah wajah Polri, menjadi Polri yang penuhi harapan masyarakat Polri yang penuhi harapan rakyat dengan orientasi, pada kepentingan masyarakat berbasis hukum berkeadilan dan hormati HAM serta mengawal proses demokrasi,” pungkasnya. (Don)

 

Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berkeinginan untuk memperbaiki mekanisme tilang menjadi serba elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Hal ini sekaligus untum menekan perilaku polisi yang ingin berlaku curang dengan memint

Loading...

Related Post