Pasien Corona Tewas di Taksi Online Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit, Ini Dalih Walikota Depok

 Pasien Corona Tewas di  Taksi Online Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit, Ini Dalih Walikota Depok
lustrasi pasien Covid-19 tengah dirawat (Jawa Pos)
Editor : Donald News — Selasa, 19 Januari 2021 20:42 WIB
terasjakarta.id


Seorang pasien Covid-19 tewas di taksi online setelah ditolak  10 rumah sakit yang ada di Kota Depok. Kejadian ini pun banyak mendapat respon public terkait penangan terhadap korban corona di Kota Depok

Meski peristiwa ini sudah terjadi pada 3 Januari lalu, publik tetap mempertanyakan kejadian ini.

Menurut  Wali Kota Depok Mohammad Idris, pada 3 Januari itu, korban sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Depok. Namun karena korban dimintai uang oleh pihak rumah sakit, akhirnya korban memutuskan untuk mencari rumah sakit lain.

\

"Karena tidak ada uang, kemudian pasien mencoba cari ke RS lain. Namun setelah menghubungi 10 rumah sakit di Depok ternyata semua penuh. Akhirnya korban memutuskan pulang ke rumah," kata Idris di Masjid Agung Balai Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (19/1/2021).

Korban sempat  monta bantuan  pihak rumah sakit untuk diantar ambulans ke rumah, namun malamn itu semua kendaraan ambulans sibuk. "Akhirnya pasien berinisiatif memesan Grabcar untuk pulang ke rumah. Namun di dalam perjalanan ke rumah, korban meninggal dunia di taksi online tersebut," ujar Idris.

Idris berdalih, saat ini memang kondisi semua rumah sakit rujukan penuh semua, termasuk Jakarta, tidak hanya Depok. "Saat ini di Depok hanya tersisa beberapa ICU saja," kata Idris.

Wali kota mengatakan pihaknya akan menambah ICU di RSUD Kota Depok.

Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori mengungkapkan, akan ada penambahan 28 tempat tidur yang terdiri dari ruang ICU non-ventilator sebanyak lima ruang. ICU berventilator delapan ruang. Sebanyak dua ruang HCU.

Selain itu juga ada ruang pengawasan bertekanan negatif sebanyak 10 ruang, IGD sebanyak tiga ruang. Tak hanya itu, RSUD Depok juga tengah bersiap untuk memiliki Laboratorium Swab PCR mandiri seperti yang dimiliki oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Depok. Sehingga nantinya RSUD Depok dapat memproses hasil tes swab sendiri tanpa harus dilimpahkan ke labkesda ataupun laboratorium lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan pihaknya tengah mencari identitas warga tersebut.

"Sudah ada nama dokter yang jadi sumbernya, tapi dia ngasih lagi ke orang lain, tapi kayaknya tertutup sekali data-datanya," kata Novarita dilansir Beritasatu..

"Kami ingin tahu motivasinya apa, kalau untuk perbaikan kan kami harus tahu datanya agar jelas, apakah tidak ada perhatian atau dia pergi ke rumah sakit dan kemudian tidak sabar menunggu. Karena kan memang sekarang ini di IGD ramai sekali, akhirnya dia mencari-cari hingga sampai 10 rumah sakit," papar Novarita. (don

Walikota Depok Muhammad Idris mengakui penderita Covid-19 yang tewas dalam taksi online memang sempat mendatangi rumah sakit tapi ditolak karena penuh.

Loading...

Related Post