Ketan Uli, Makanan Tradisional Betawi ini Memiliki Simbol Kebersamaan

Ketan Uli, Makanan Tradisional Betawi ini Memiliki Simbol Kebersamaan
ist
Editor : Potan Jakarta Food — Selasa, 19 Januari 2021 12:14 WIB
terasjakarta.id

Uli ketan merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari beras ketan. Uli ketan dulunya oleh masyarakat suku Betawi, disajikan saat prosesi mengiringi pemotongan kerbau andilan sebagai tradisi menjelang lebaran.

Ya, ketan uli memang merupakan satu dari sekian banyak panganan khas Betawi yang masih lestari. Pembuatan ketan uli memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Betawi, yaitu sebagai simbol kekeluargaan atau silaturahim yang terjalin antarkeluarga.

Hal ini ditunjukkan dengan pembagian tugas antara wanita dan pria dalam proses pembuatannya. Biasanya ketan uli dibuat mengiringi pemotongan kerbau andilan yang kerap dilakukan masyarakat Betawi tempo dulu sebagai tradisi menjelang Lebaran.

Mungkin tak banyak yang tahu, ternyata pembuatan ketan uli mengandung sebuah arti. Biasanya kaum pria yang menumbuk ketan, sedangkan para wanita kebagian tugas memasak atau membuat ketan ulinya.

Pembagian tugas itu ada maknanya, termasuk sebagai simbol kebersamaan bagi masyarakat Betawi.

Proses pembuatan ketan uli ini gampang-gampang susah loh. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan bahan dan tempat penyimpanannya. Tapi banyak yang mempercayai kalau pembuatan ketan uli ini mengandung mistis. Sebab, jika melanggar pantangan, hasilnya pasti gagal total.

Bahan pembuatan ketan uli adalah tape ketan, ragi tape, beras ketan putih, kelapa parut segar, dan garam. Proses pembuatannya pun sedikit ribet. Awalnya, beras ketan dicuci hingga bersih, kemudian direndam dalam air bersih selama 2 sampai 6 jam dan dimasak hingga matang. Setelah itu, pindahkan ketan selagi panas dalam wadah dan taburi kelapa, garam, aduk hingga rata.

Proses lain yang harus dilakukan yaitu menumbuk beras ketan selagi panas hingga ketan terlihat agak halus. Jika menginginkan ketan uli yang lembut, lanjutkan penumbukannya hingga sangat halus.

Lalu, siapkan bungkus berupa daun pisang, kemudian dibungkus dan dipotong beberapa bagian. Biarkan ketan uli itu hingga dingin dan siap disantap. Diakui Alim, ketan uli disajikan sebagai simbol kesederhanaan.

Selain di Jakarta, ketan uli juga banyak digunakan sebagai pelengkap prosesi sakral pada tradisi Jawa di Yogyakarta dan Surakarta. Bahkan, setiap perayaan Maulid Nabi atau tradisi 1 Muharam yang menampilkan gerebek gulungan, ketan uli selalu dihadirkan bersama tapai ketan, madu mongso, jajanan pasar lainnya, serta hasil bumi yang mengibaratkan kekayaan alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa.

Selain itu, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Di Jawa Timur, jajanan tradisional ini diberi nama Tetel. Orang Betawi menyebutnya Uli, sedangkan di Jawa Tengah ada yang menyebutnya Jadah/Bekatul. (adt)

Ketan Uli Makanan Tradisional Betawi Memiliki Simbol Kebersamaan

Loading...

Related Post