Roti Cekikikan dan Salad Menari Bahagia, Makanan Mengandung Ganja dari Thailand

Roti Cekikikan dan Salad Menari Bahagia, Makanan Mengandung Ganja dari Thailand
Roti Cekikikan mengandung ganja yang dijual di kantin RS Abhaibhubejhr, provinsi Prachin Buri di luar Bangkok, (Foto: REUTERS/JORGE SILVA)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 17 Januari 2021 20:09 WIB
terasjakarta.id


Jika  di Indonesia, restoran ini mungkin sudah digerebek polisi. Ya, sebuah  restoran di Rumah Sakit (RS) Chao Phya Abhaibhuberjhr di Prachin Buri, Thailand, menyajikan menu makanan berupa roti dan salad bercampur ganja.

"Roti cekikikan" dan "salad menari bahagia"  namanya, memang bukan menu makanan yang umum didapatkan di Thailand, tapi restoran  ini berharap makanan mengandung ganja bisa mengundang turis asing dan menghilangkan tabu dari daun yang baru saja dilegalkan di sana. Thailand memang  mencabut ganja dari daftar narkotika, memungkinkan budidaya dari perusahaan yang dapat otoritas dari negara.

"Daun ganja, jika dicampur ke dalam makanan atau dalam jumlah sedikit... bisa membantu pasien cepat pulih dari penyakitnya," kata Pakakrong Kwankao, pemimpin proyek di rumah sakit itu.
Ia melanjutkan, daun ganja dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat orang tidur nyenyak, juga meningkatkan suasana hati lebih baik.

Seperti dikutip dari Antara, Rumah Sakit ini dikenal sebagai pelopor di Thailand dalam mempelajari ganja dan kemampuannya menghilangkan rasa sakit dan lelah. Pada 2017, Thailand jadi negara di Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja untuk kebutuhan medis dan sejak itu sudah membuka banyak klinik medis mariyuana.

Terpantau, koki mempersiapkan roti lapis babi dengan daun mariyuana di kantin RS Abhaibhubejhr, provinsi Prachin Buri di luar Bangkok, yang menambah ganja ke dalam makanan setelah dilegalkan.
Tidak hanya dua jenis makanan tadi, restoran ini menawarkan berbagai menu seperti sup babi bahagia, roti goreng dengan daging babi dan daun ganja, salad daun ganja renyah yang disajikan dengan daging babi giling dan cacahan sayuran.

"Saya belum pernah konsumsi ganja sebelumnya, rasanya aneh tapi lezat," kata seorang pembeli, Ketsirin Boonsiri.

Sementara Nattanon Naranan mengatakan rasa daun ganja mirip dengan sayuran biasa, tapi efek sampingnya berbeda.

"Tenggorokan jadi kering dan saya jadi ingin makan yang manis-manis," katanya.

Wakil Menteri Pendidikan Thailand Kanokwan Vilawan mengatakan langkah selanjutnya adalah menawarkan masakan Thailand yang terkenal untuk menjangkau khalayak internasional.

"Kami berencana menambahkan lebih banyak (ganja) ke masakan Thailand yang sudah terkenal, seperti sup kari hijau, untuk lebih mendongkrak popularitas hidangan ini," kata Kanokwan. (don)

 

Sebuah restoran di Rumah Sakit (RS) Chao Phya Abhaibhuberjhr di Prachin Buri Thailand menyaajikan menu makanan berupa roti dan salad bercampur ganja.

Loading...

Related Post