Kaki Buntung Diterkam Buaya Tak Membuat Aris Menyerah

Kaki Buntung Diterkam Buaya Tak Membuat Aris Menyerah
Aris Purwoko (30), tak menyerah dan tekun menjalani profesinya sebagai penjahit meski kakinya bunting akibat diterkam buaya. (Foto: Antara)
Editor : Donald News — Minggu, 17 Januari 2021 15:41 WIB
terasjakarta.id


Kisah inspiratif datang dari seorang pria di  Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Pria bernama  Aris Purwoko (30), hidup  sebagai sorang “petarung” dan tidak manja meski memiliki keterbatasan fisik karena kakinya harus diamputasi. Aris berjuang meneruskan hidupnya dengan menjadi seorang tukang jahit,

 

Aris mengalami peristiwa tragis empat tahun lalu atau pada 2016, kaki kirinya harus diamputasi karena digigit buaya saat mandi di Sungai Rakar. Kejadian ini nyaris membuatnya frustasi  lantaran kehilangan kaki sebelah. Namun untung sang ayah dan Pak Sahri selalu memberi semangat dan motivasi hidup hingga akhirnya bersedia untuk ikut pelatihan.

Aris akhirnya mau mengkikuti pelatihan  di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta. Keberangkatannya tahun 2017 yang diantar pihak Dinas Sosial Kabupaten Siak.
"Awal saya masuk di sana, langsung di-'asesment'. Selama itu kami sebagai siswa kalau di sana disebut penerima manfaat (PM). Kemudian kami diuji kemampuan kemana arah keterampilan yang dimiliki," kata Aris di Siak, Minggu (17/1/2021) seperti dilansir Antara..
Sesuai keetentuan, di lembaga milik Kementerian Sosial ini, masing-masing penerima manfaat hanya diperbolehkan mengambil satu jurusan saja. Akhirnya Aris pun memutuskan untuk memilih belajar menjahit.

Setelah setahun ia mengenyam pelatihan, akhirnya Aris pulang ke kampung dan membuat usaha menjahit. Dia dibantu oleh Dinas Sosial berupa mesin jahit beserta kelengkapannya.

"Mewakili keluarga, saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Siak yang telah banyak membantu. Mungkin jika tidak ada bantuan ini, saya tak bisa membayangkan seperti apa nasib saya ke depannya," ucapnya.

Dalam meningkatkan usahanya, Aris terkendala masalah modal. Sejauh ini yang dihadapinya adalah masalah persediaan bahan kain dan perlengkapan lainnya. "Saya tak berani stok bahan, karena untuk memenuhi selera pelanggan itu butuh modal yang besar," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris menyampaikan adanya program pengiriman disabilitas ke balai-balai milik Kementerian Sosial agar bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain itu pada tahun 2020, Dinsos Siak juga telah menyerahkan alat bantu kursi roda untuk anak sebanyak lima unit dan lima juga untuk dewasa.

Sedangkan untuk orang dengan kecacatan berat (OKDB) telah diserahkan santunan untuk 160 orang, masing-masing menerima 1,8 juta rupiah.Dijelaskannya, ODKB adalah orang yang hidupnya tergantung dengan orang lain sekaligus tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. (don)

Meski kakinya buntung diterkam buaya Aris Purwoko (30) tetap semangat menjalani hidup dengan menjalani hari-harinya sebagai seorang penjahit di Kampung Teluk Lanus Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau

Loading...

Related Post