Jawara dan Pandekar Se-Banten Dukung Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri

Jawara dan Pandekar Se-Banten Dukung Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri
Komjen Listyo Sigit Prabowo mengikuti tradisi masyarakat Banten ketika menjadi Kapolda pada 2016 lalu
Editor : Donald News — Sabtu, 16 Januari 2021 16:05 WIB
terasjakarta.id


Ditunjuknya Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Terutama dari masyarakat  d tempat dinas Komjen Listyo Sigit sebelumnya, yakni dari masyarakat Banten.

Seperti diketahui, Komjen Listyo Sigit pernah mejadi Kapolda Banten.

Ketua Majelis Ulama Banten  DR KH. AM Romly yang mengatakan pemilihan Listyo Sigit sangat tepat, karena meski bukan beragama IUslam tapi beliau sosok polisi yang dekat dengan ulama selama di Banten. Lulusan Akpol 1991 sangat mendukung keguatan agama Islam di wiyayah tersebut

Ka;I ini, dukungandatang dari Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Banten Yadi Sugiadi mengatakan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan sosok pemersatu golongan.

"Saya sangat bangga pada Pak Sigit. Beliau mau berteman dan sangat menghargai masyarakat. Kegiatan apa pun dan sekecil apa pun jika diundang masyarakat pasti beliau hadir," kata Yadi Sugiadi melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, Sigit tipe pejabat yang tidak membeda-bedakan perlakuan antara masyarakat dan pejabat.

Tapak Karuhun Banten itu merupakan ide Sigit saat memimpin Polda Banten.

Menurut dia, saat itu Sigit mengatakan ingin melestarikan budaya dan mengangkat sejarah Banten. "Beliau waktu menjabat Kapolda Banten bertemu banyak ulama dan jawara. Beliau menanyakan mengenai budaya dan ingin merangkul seluruh elemen yang ada," kata Yadi.

Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten ini awalnya pesimistis Sigit mampu menyatukan ratusan perguruan pencak silat. Hal itu lantaran latar belakangnya berbeda. Terlebih setiap perguruan memiliki ego dan merasa paling hebat.

"Tapi dengan tekad beliau ternyata bisa menyingkirkan masing-masing ego tanpa adanya konflik," ujarnya dikutip dari Antara.

Hal serupa juga dikatakan Ketua DPW TTKKDH Cimande Kabupaten Serang TB Arif Hidayat.

TB Arif bercerita mengenai awal mula terselenggaranya Tapak Karuhun Banten.

Saat itu, dia berbicara dengan Sigit mengenai situasi dan kondisi perguruan pencak silat di Banten. Dia meminta Sigit untuk merangkul ulama dan jawara, agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Banten dapat terkendali.

"Hanya butuh waktu tiga bulan menyatukan semua perguruan di Banten dan itu tidak mudah. Tapi alhamdulillah akhirnya bisa terlaksana dan berhasil dapat rekor MURI," ujarnya pula.

Menurut dia, dengan adanya Tapak Karuhun Banten, banyak perguruan silat yang dulunya sudah tidak aktif, bisa bangkit lagi hingga saat ini. "Banyak perguruan kecil yang bangkit kembali usai perhelatan akbar Tapak Karuhun Banten," kata Arif.

Menurut TB Arif, Sigit adalah sosok pendiam namun sangat responsif dan komunikatif.

"Beliau itu pendiam tapi pendengar. Setiap masukan dari siapa pun diperhatikan dan dicatat. Kalau masukan itu bagus atau baik pasti dijalankan," katanya lagi.

Dia pun mendoakan yang terbaik buat Listyo Sigit yang akan menjalani fit and proper test calon Kapolri pekan depan.

Rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri akan dilaksanakan di DPR RI mulai Senin (18/1), diawali dengan ujian pembuatan makalah dan Selasa (19/1). (Don)

 

 

Perguruan silat dan jawara se-Banten mendukung Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya Listyo Sigit sangat berjasa dalam menyatukan pandekar dan jawara se-Banten.

Loading...

Related Post