BMKG: Awas Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Sepekan ke Depan

 BMKG: Awas Cuaca Ekstrem  dan Potensi  Bencana Sepekan ke Depan
Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan (Ilustrasi/Istimewa)
Editor : Donald News — Jumat, 15 Januari 2021 21:09 WIB
terasjakarta.id


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa memicupotensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dalam satu minggu ke depan. Pasalnya, memantau ada beberapa fenomena global yang aktif dan meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, sejumlah wilayah Indonesia berpotensi dilanda potensi hujan sedang hingga lebat pada 16-21 Januari 2021. Dari prediksi yang ada, jelasnya, Januari-Februari adalah periode puncak musim hujan. Oleh sebab itu perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Untuk esok Sabtu (16/1) wilayah yang perlu mewaspadai curah hujan lebat wilayah Sulawesi Utara, selatan, Papua. Kemudian Sulawesi Barat juga tetap perlu memperhatikan hal tersebut," katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Ia menjelaskan, 25 wilayah dari Aceh hingga Papua perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat tersebut.

Ia menjelaskan,  untuk prakiraan tutupan awan pada Januari 2021 dominan terjadi di wilayah Indonesia tengah hingga timur dengan nilai maksimum hingga 45% .

"Jalur penerbangan tujuan Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, Papua dan NTT bagian timur cenderung akan mengalami gangguan akibat tutupan awan konvektif," paparnya.

Selain itu, jelas Guswanto,  potensi gelombang laut tinggi juga patut diwaspadai di sebagaian besar wilayah perairan Indonesia. Potensi gelombang tinggi hingga 6 meter, untuk itu aktivitas pelayaran perahu nelayan, kapal tongkang, ferry, kapal ukuran besar kargo dan pesiar perlu mewaspadai kondisi tersebut.


Dalam periode puncak musim hujan sejumlah wilayah di Indonesia dilanda tanah longsor dan banjir. Beberapa waktu lalu terjadi longsor di Sumedang dan yang terbaru banjir di Kalimantan Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap.

Melalui keterangan tertulis BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 cm yang merendam 6.346 unit rumah. Di samping itu, BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat.

"BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir," katanya.

Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, di tengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. (don)

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa memicu potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dalam satu minggu ke depan.

Loading...

Related Post