KPK Sita Jam Tangan Rolex, Tas Tumai dan LV, Serta Baju Old Navy Milik Edhy Prabowo

KPK Sita Jam Tangan Rolex, Tas Tumai dan LV, Serta Baju Old Navy Milik Edhy Prabowo
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Foto: JPNN.com)
Editor : Donald News — Jumat, 15 Januari 2021 11:35 WIB
terasjakarta.id


Penyidikan kasus korupsi benih lobster yang melibatkan mantan Menterui Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo masih berlanjut di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teranyar, lembaga anti-rasuha itu menyita sejumlah barang bukti berupa barang mewah mulai dari jam tangan, tas, hingga baju.

Hal ini dibenarkan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dihubungi wartawan,  Jumat (15/1). “Beberapa baranbg bukti sudah disita diantaranya berbagai tas dan baju dengan merk ternama yang pembeliannya dilakukan saat berada di Amerika yang sumber uang pembeliannya diduga dari jatah pengumpulan fee para eksportir benur, " ujarnya.

Selain menyita barang-barang bukti tersebut, pada Jumat ini  penyidik KPK juga memeriksa seorang saksi, Edwar Heppy untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT). Kepada saksi, penyidik mengonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait proses perizinan usaha tambak di Wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK  telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Safri (SAF), Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Andreau Pribadi Misata (APM).

Selanjutnya, Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/Sekretaris Pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy, dan Suharjito (SJT).

Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan forwarder dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp 9,8 miliar.

Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi, Safri serta Andreau.

Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istri-nya di Honolulu, AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy.

Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar dari Suharjito melalui Safri dan Amiril. (Don)

 

 

Penyidik KPK pada Jumat (16/1/2021) menyita sejumlah barang mewah milik mantan Menteri Kelautan Edhy. Antara lain jam tangan Rolex Tas Tumai dan LV serta baju Old Navy.

Loading...

Related Post