Advertisement

Antisipasi Kerumunan, Rumah Syekh Ali Jaber Dijaga Ketat Polisi.

Antisipasi Kerumunan, Rumah Syekh Ali Jaber Dijaga Ketat Polisi.
Polisi dan petugas medis bersiaga di sekitar rumah duka Syekh Ali Jaber di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021). (Foto: Antara).
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 14 Januari 2021 15:55 WIB
terasjakarta.id


Kediaman rumah Syekh Ali Jaber di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur dijaga ketat oleh polisi, Kamis (14/1/2021). Hal ini untuk engantisipasi kerumunan orang di tengah pandemi Ccovid-19, sebanyak 150 anggota polisi disiagakan di sekitar rumah

"Beliau ini tokoh yang memiliki massa cukup besar, sehingga kami perlu mengantisipasi kerumunan. Kami harap masyarakat mau memahami bahwa angka COVID-19 masih tinggi," kata Kapolrestro Jakarta Timur Komisaris Besar Erwin Kurniawan di rumah duka.

Menurut Erwin, sebanyak 150 anggota gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Jakarta Timur menjalankan tugas untuk memperketat protokol kesehatan di rumah duka."Protokol kesehatan di lokasi ini, kita terapkan seketat-ketatnya," kata Erwin.

Petugas telah disebar di sepanjang jalan menuju ke rumah duka. Selain pihak keluarga dari Syekh Ali Jaber, tamu yang datang bertakziah akan dilarang.

"Kita tidak akomodir tamu ke rumah duka. Kalau ada keluarga yang datang, kita tes Covid-19," katanya.

Pihak keluarga memastikan jenazah Syekh Ali Jaber akan dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran. Pesantren tersebut milik Ustaz Yusuf Mansur.

Awalnya, adik almarhum Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jabber, berbicara tentang rencana pemakaman kakaknya. Banyak yang bertanya soal lokasi karena di suatu waktu semasa hidupnya, Syekh Ali Jaber pernah mengatakan ingin dimakamkan di Lombok, NTB.

"Banyak yang bertanya beliau akan dimakamkan di mana, bahkan ada yang kata mereka, wasiat beliau di Lombok. Itu bukan wasiat, itu sebenarnya pernah acara di Lombok, cita-cita beliau," kata Syekh Muhammad Jabber

Syekh Muhammad Jabber mengatakan kakaknya juga pernah bercita-cita ingin dimakamkan di Madinah. Namun hal itu tentu saja sulit terwujud.

"Sebenarnya di awal beliau berkata cita-cita saya dimakamkan di Madinah. Kalau ada yang bisa antar ke Madinah, alhamdulillah. Tapi tidak bisa, apalagi masa Covid," ucapnya.

Keluarga akhirnya memutuskan Syekh Ali Jaber akan dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran milik Ustaz Yusuf Mansur. Masyarakat diminta tidak perlu berbondong-bondong datang.

"Alhamdulillah Ustaz Yusuf Mansur menyediakan tempat kuburan di Daarul Quran. Pemakaman beliau insyaallah di Daarul Quran," kata Syekh Muhammad Jabber.

"Saya harap jemaah tidak perlu kerumunan, tidak perlu ke sana," tambahnya.

 

Sebelumnya, jenazah  Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia di RS Yasri Cempaka Putih dikawal  ratusan orang menuju ke rumah duka.

Kawalan itu datang dari polisi hingga Ojol. Jalan Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat ditutup oleh polisi menjelang pemberangkatan jenazah Syekh Ali Jaber. Dalam kesempatan itu kendaraan di arahkan ke jalur cepat.

 Ustadz Yusuf Mansyur juga turut hadir ikut dalam rombongan itu. Yusuf Mansyur menumpangi mobil sedan berwarna hitam.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam kondisi negatif

Kediaman rumah Syekh Ali Jaber di kawasan Pulogadung Jakarta Timur dijaga ketat oleh polisi Kamis (14/1/2021). Sekitar 150 polisi berjaga-jaga

Loading...

Related Post