Advertisement

Jejak Syekh Ali Jaber, Pendakwah Besar Asal Madinah yang Akhirnya Memilih dan Mencintai Indonesia

 Jejak  Syekh Ali Jaber, Pendakwah Besar Asal Madinah yang Akhirnya Memilih dan Mencintai Indonesia
Syekh Ali Jaber dan putranya Fahad (YouTube deHakims Junior ©2020)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 14 Januari 2021 12:40 WIB
terasjakarta.id


 

Kabar duka kematian Syekh Ali Jaber menimbulkan duka tidak hanya  bagi para pengikutnya tetapi oleh bangsa Indonesia, mengingat sosok dengan nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber dalam setiap  dakwahnya selaku menakankan pentingnya hidup dalam wawasan kebangsaan ini

Maklum, pendakwah sekaligus ulama asal Madinah, Saudi Arabia ini sangat mencintai Indonesia sehingga ia memutuskan menjadi warga negara Indonesia WNI).Tak heran, sosok ramah ini selalu menjadi Da’í dalam berbagai kajian di banyak stasiun televisi nasional Indonesia.

Selain berduka atas kepergian Almarhum, banyak  yang belum tahu banyak tentang sosok Syekh Ali Jaber yang memikih menjadi WNI ini.

Syekh Ali Jaber kecil telah mendapat bimbingan agama langsung dari sang ayah, yang juga seorang penceramah.

Pada usia yang masih 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah menjadi seorang penghafal Alquran 30 juz. Dan diusia 13 tahun, ia diamanahi untuk menjadi imam di sebuah masjid di Kota Madinah.

Ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Selama di Madinah Syekh Ali Jaber rutin mengajar dan berdakwah di sekitar tempat tinggalnya, yakni masjid tempat ayahnya menyiarkan Islam dan Ilmu Alquran.

Selain itu juga, ia juga aktif menjadi guru hafalan Al Quran di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid Kota Madinah.

Pada tahun 2008, kala usianya 32 tahun, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sana ia menjadi guru tahfidz (hafalan) Quran, Imam salat, khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin.

 

Selama Di Lombok pulalah, Syekh Ali Jaber bertemu dengan sang istri, Ummi Nadia, yang merupakan seorang wanita asli Lombok.

Kariernya sebagai pendakwah terus berlanjut sampai ia diminta menjadi imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Selain itu, ia juga diminta menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam salat Ied di sana.

Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Syekh Ali Jaber sempat menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal pada September 2020 lalu. Saat itu ia tengah mengisi sebuah pengajian di Masjid Falahudin, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Pelaku yang diketahui bernama Alpin Andrian (AA) mengarahkan pisau ke bagian leher dan dada Syekh Ali Jaber. Namun, tusukan tersebut berhasil dihindari, meski Syekh Ali Jaber harus mengalami luka di bahu kanannya.

Setelah penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber pun sempat meminta jamaah untuk tidak memukuli pelaku. Ia merasa kasihan melihat pelaku dan meminta jemaah agar segera menyerahkannya ke polisi.

"Saya kasihan (pelaku dipukuli). Saya katakan, 'sudah cukup, sudah, serahkan ke polisi'," kata Syekh Ali Jaber mengulangi perkataannya, saat ditemui usai pengajian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu malam.

Saat sidang, AA, pelaku penusukan meminta maaf secara langsung kepada Syekh Ali Jaber saat bertemu secara daring.

Syekh Ali Jaber pun menanggapi permintaan maaf itu dengan mengatakan kalau ia sudah memaafkan AA sejak hari pertama kejadian tersebut terjadi.

 

Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) pagi WIB. Kabar tersebut disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur dalam akun Instagram pribadinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syekh Ali Jaber sempar terbaring di rumah sakit lantaran terinfeksi virus corona atau Covid-19. Ia dirawat di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Benar Syeikh Ali wafat. 08.30, sudah dalam keadaan negatif covid. Di RS. Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun," sambung Yusuf Mansur dalam unggahan berikutnya di Instagram. (poskotajabar/don)

 

Syekh Ali Jaber sangat mencintai Indonesia sehingga ia memutuskan menjadi WNI. Ia kerap menyampaikan dakwah yang menyejukan dalam wawasan kebangsaan

Loading...

Related Post