Advertisement

Pendiri Signal Brian Acton: Signal Jamin Privasi Penggunanya

Pendiri Signal Brian Acton: Signal Jamin Privasi Penggunanya
Pendiri Aplikasi Messaging Signal Brian Acton (Photo : SuccessStory)
Editor : Donald News — Rabu, 13 Januari 2021 22:01 WIB
terasjakarta.id


Gelombang eksodus pengguna WhatsApp, ke aplikasi lain terus menggeliat belakangan ini menyusul kebijakan privasi batu yang ditetapkan olkeh WhatsApp (WA),  dan bersifat memaksa. Kini, para pengguna WhatsApp,   melirik aplikasi messaging alternatif seperti  Signal  dan Telegram,

Bahkan imbauan antar sesama pengguna  untuk meninggalkan WhatsApp sudah bergema di grup-grup WA maupun dalam komunikasi chat pribadi.

Menyusul diliriknya Signal  sebagai aplikasi messaging alternatif, co-founder Signal Brian Acton mengatakan platform-nya jauh lebih unggul soal privasi data.

"Saya rasa Signal benar-benar unggul di atas WhatsApp di kategori privasi. Kalian melihatnya di 'label privasi' aplikasi. Kalian melihatnya di bagaimana kami membangun produknya," kata Acton dalam wawancara dengan NDTV, dan dilansir  detikINET, Rabu (13/1/2021).

"Kami memiliki fitur privasi seperti 'disappearing messages' (dan juga) semua terenskripsi, termasuk metadata kalian," sambungnya.

Sekadar diketahui, Acton yang dulunya mendirikan WhatsApp sebelum pindah karena perbedaan prinsip. Ia  mengatakan,  dari segi fitur Signal dan WhatsApp memiliki sedikit kesamaan, misalnya fitur hapus pesan otomatis atau disappearing messages.

Namun, kata Acton,  Signal menawarkan keamanan yang jauh berbeda dari WhatsApp dalam bentuk enkripsi total. Enkripsi ini juga mencakup metadata, atau informasi yang membantu server mengidentifikasi banyak data termasuk tempat dan waktu pesan dikirimkan.

Dengan perlindungan enkripsi ini, jika pesan pengguna dibobol, hacker hanya akan melihat deretan angka acak. WhatsApp sebenarnya juga menawarkan enkripsi end-to-end, tapi mereka masih mengumpulkan beberapa data pengguna seperti alamat IP.

Acton juga mengomentari kebijakan privasi baru WhatsApp yang tiba-tiba digulirkan. Pria lulusan Stanford University ini mengatakan ia paham jika pengguna WhatsApp tiba-tiba kebingungan begitu tahu banyak datanya yang dikumpulkan oleh aplikasi.

"Ini adalah sesuatu yang rumit. Data apa yang saya kumpulkan, apa yang tidak saya kumpulkan. Dan kemudian orang-orang benar-benar terkejut, 'oh ketika saya mendaftar saya tidak menyadari bahwa saya memberikan informasi ini kepada Anda,'" kata Acton.

Ia menjelaskan, Signal tidak mengumpulkan informasi apapun dari pengguna, tapi mereka yang ingin membuat akun baru harus mendaftar menggunakan nomor telepon.

Untuk ke depannya, Acton mengatakan Signal akan berusaha menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan menghubungkan akun dengan ID pengguna dan bukan nomor telepon agar tidak ada data yang dikumpulkan.

 

Pendiri aplikasi messaging Signal Brian Acton mengatakan aplikasinya memberikan jaminan privasi bagi para pengguna. Mereka lebih unggul soal privasi data daripada WhatsApp

Loading...

Related Post