Advertisement

Listyo Sigit Lompati Tiga Angkatan di Polri, Wakapolri: Kami Tetap Solid Mendukungnya.

Listyo Sigit Lompati Tiga Angkatan di Polri, Wakapolri: Kami Tetap Solid Mendukungnya.
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Tempo.com).
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 13 Januari 2021 20:16 WIB
terasjakarta.id


Terpilihnya Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo  melompati tiga angkatan di korps Bhayangkara. Meski demikian, jajaran Polri tetap mendukung lulusan Akpol 1991 itu untuk memimpin institusi kepolisian.

Hal ini disampaikan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Ia  mengatakan,  Polri tetap solid mendukung pencalonan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Gatot menegaskan bahwa tidak ada masalah di tubuh Polri meskipun Sigit adalah Komjen junior.“Saya mendukung pencalonan Sigit. Polri tetap solid,” kata Gatot

Sigit adalah lulusan Akpol 1991 sementara Kapolri Idham Azis—yang ia gantikan—adalah lulusan Akpol 1988A.

Artinya,  Sigit melompati tiga angkatan lainnya yakni 88B, 89, dan 90. Sigit punya masa kerja aktif yang panjang karena ia baru akan pensiun pada 1 Juni 2027 atau masih punya masa kerja 6,5 tahun—sementara jabatan Kapolri biasanya 2-3 tahun.

Sedangkan empat calon Kapolri lain seecara berturut-turut dari angkatan  senior Sigit. Mereka adalah Komjen Arief Sulistyanto (Kalemdiklat—Komjen paling senior saat ini, angkatan 87, masa pensiun 2 tahun 3 bulan.

Lalu ada Komjen Gatot Eddy (Wakapolri, Akpol 88A atau teman seangkatan Idham Azis, pensiun 2 tahun 6 bulan).

Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT, Akpol 88B, pensiun 2 tahun 3 bulan) dan Komjen Agus Andrianto (Kabaharkam, Akpol 1989, pensiun 4 tahun 1 bulan).


Kedekatan Lysto Sigit dan Jokowi terbangun dalam peristiwa yang mengguncang Solo pada September 2011, yakni bom bunuh diri di halaman Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton. Bom itu meledak hanya berselang lima bulan setelah Sigit dilantik menjadi Kapolres Solo.

Peristiwa bom itu cukup memukul karena tiga hari kemudian, Solo mesti menjadi tuan rumah Asian Parliamentary Assembly atau Majelis Parlemen Asia. Pada saat yang sama, Jokowi sedang gencar mempromosikan Solo sebagai destinasi wisata.

Sigit lalu meyakinkan bahwa Solo aman. Dia lalu bergerak mengamankan acara internasional itu dengan memulihkan kepercayaan wisatawan, juga pendatang.

Pada  2012, saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Listyo Sigit dirotasi ke Jakarta. Ia duduk di pos Asubdit II Direktorat Tipdum Bareskrim Polri.

Setahun kemudian atau pada Mei 2013, Listyo bertugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulawesi Tenggara. Pada 2014. Listyo ditunjuk sebagai Ajudan Presiden Jokowi. Sekitar dua tahun kemudian atau pada Oktober 2016, dia menjabat Kapolda Banten dengan pangkat Brigadir Jenderal.(don)

 

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan Polri solid mendukung Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri meski melampui tiga angkatan di atasnya

Loading...

Related Post