Advertisement

PPKM Kota Depok Hari ini Mulai Diterapkan

PPKM Kota Depok Hari ini Mulai Diterapkan
ist
Editor : Potan News — Selasa, 12 Januari 2021 06:33 WIB
terasjakarta.id

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Depok hari ini mulai diterapkan, hal itu dilakukan akibat semakin tidak terkontrol penyebaran virus corona atau Covid-19.

Walikota Depok, M. Idris menegaskan akan mendukung program pemerintah dalam pembatasan aktivitas manusia di Pulau Jawa dan Bali, sesuai intruksi  nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM demi pengendalian penyebaran penyakit Covid-19.

Selain itu juga penerapan instruksi Gubernur Jawa Barat mengeluarkan keputusan Nomor 443/Kep-10-Hukham/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di 20 daerah kabupaten kota di Provinsi Jawa Barat dalam Rangka Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disertai pula Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 72/KS.13/HUKHAM.

Untuk itu, pemerintah kota Depok ikut sinergi-responsif membuat Peraturan Wali Kota Depok Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Depok Nomor 59 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional pra-Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Perwal Nomor 443/17/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Perpanjangan Ketujuh Pembatasan Jam Operasional Kegiatan Toko, Pusat Perbelanjaan, dan Tempat Usaha/Pusat Kegiatan Lainnya, serta Sektor Esensial Yang Berkaitan Dengan Kebutuhan Pokok Masyarakat dan Aktivitas Warga," ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

Aturan penanganan Covid-19 Kota Depok Nomor 01/2021, oleh Satgas Penanganan Covid-19 yaitu aturan PPKM ini berlaku dari tanggal 11 hingga 25 Januari 2021 dengan ketentuan:

1. Pelaksanaan Work From Home (WFH) 75% bagi kantor/ tempat kerja, baik pemerintah maupun swasta.

2. Operasional Kegiatan Toko, Pusat Perbelanjaan, dan Tempat Usaha/Pusat Kegiatan Lainnya dibatasi sampai dengan pukul 19.00 WIB.

3. Aktivitas warga dan/atau meniadakan aktivitas berkumpul dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

4. Operasional Pasar Tradisional dibatasi dari pukul 03.00 sampai dengan pukul 15.00, dengan jumlah pengunjung 50% dari kapasitas.

5. Kegiatan usaha restoran, kafe, rumah makan, warung, dan usaha sejenis diatur dengan ketentuan: pelayanan makan di tempat dengan kapasitas 25% sampai dengan pukul 19.00 WIB dan pelayanan dibawa pulang sampai dengan pukul 21.00 WIB.

6. Penyelenggaraan perayaan khitanan dan pernikahan dibatasi 30% dari kapasitas, serta harus melaporkan kepada RT, RW dan Kelurahan setempat.

7. Melaksanakan seluruh ketentuan pengaturan/ larangan aktivitas atau kegiatan yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta ketentuan-ketentuan yang sudah diatur sebelumnya dalam PSBB Proporsional.

8. Seluruh aktivitas warga dan aktivitas usaha wajib menerapkan protokol kesehatan dan akan dilakukan pengawasan oleh Tim Terpadu Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok yang terdiri dari Pemerintah Kota Depok, TNI dan POLRI.

“Kepada seluruh warga dan para pihak, dimohon untuk secara ikhlas dapat melaksanakan kebijakan ini, agar kita dapat segera memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Depok. Mari kita gelorakan gerakan 2I + 3M yaitu Iman, Imun dan Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Menjaga Jarak. Demikian hal ini disampaikan, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Menolong selalu melindungi kita semua,” kata Idris dalam keterangan rilisnya. (tan)

PPKM Kota Depok Mulai Diterapkan

Loading...

Related Post