Sinyal Pamitan Mia, Pramugari Sriwijaya Air, Telepon Ortu Minta Rumah Dibersihkan

Sinyal Pamitan Mia, Pramugari Sriwijaya Air, Telepon Ortu Minta Rumah Dibersihkan
Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani . (Foto: iNews)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 10 Januari 2021 17:32 WIB
terasjakarta.id


Permintaan Mia Tersetyani kepada orang tuanya (Ortu) agar  membesihkan  rumah sebelum dia pulang, ternyata itu adalah permintaan  terakhir dari Pramugari Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di kawasan Keplauan Seribu  ini.

Cerita ini diungkapkan kakak sepupu Mia, Ginsir. Ia mengatakan, dua jam sebelum take off, , Mia Tresetyani, menelepon ibundanya mengabarkan bahwa dia belum terbang karena cuaca buruk.

Dalam percakapan telepon itu, pramugari berusia 23 tahun ini sempat bercerita bahwa penerbangannya delay gara-gara hujan deras. Sang Ibu, Ni Luh Sudarni sempat berpesan untuk berhati-hati.

Namun dua jam setelah itu, Ni Luh Sudarni menerima kabar pesawat di mana anaknya berada mengalami kecelakaan. Pasangan suami istri itu pun sangat terpukul dengan nasib putrinya. "Bapak dan ibu langsung," ujar Ginsir.

Johny Lay, paman korban, masih ingat ketika beberapa minggu lalu ponakannya meminta ibu dan bapaknya membersihkan rumah karena dia dan beberapa temannya akan pulang.

Dikutip dari Poskota.co.id, perempuan kelahiran 23 November 1998 yang biasa dipanggil Mia Zet Wadu itu diketahui merupakan jemaat Gereja GPIB Maranatha Denpasar, Bali.  

Mia Zet Wadu juga bagian dari Ikatan Keluarga Besar Flobamora Kolorai Hawu, Sabu Raijua Bali. Johny Lay yang juga yang juga penasihat Flobamora Bali menceritakan, dua minggu lalu Mia sempat berpesan kepada orang tuanya untuk berlibur dan berkunjung ke rumah bersama teman-temannya.

Dia menambahkan, pada saat Hari Raya Natal, Mia tidak bisa pulang ke rumah. Orangtua Mia pun kata Johny sudah melaksanakan pesan Mia tersebut. Tak disangka, itu menjadi sinyal dan pesan terakhir dari Mia. (Don)
 

Permintaan Mia Tersetyani kepada orang tuanya (Ortu) agar membesihkan rumah sebelum dia pulang ternyata itu adalah permintaan terakhir dari Pramugari Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di kawasan Keplauan Seribu ini.

Loading...

Related Post