40 Penyelam Andal TNI AL Siaga, Kata Kemenhub: Sriwijaya Air Belok Misterius

40 Penyelam Andal TNI AL Siaga, Kata Kemenhub: Sriwijaya Air Belok Misterius
Pasukan penyelam TNI AL (Ilustrasi/Kormabar)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 9 Januari 2021 22:25 WIB
terasjakarta.id


Upaya pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulang Lancang, Kepulauan Seribu terus dilakukan hingga Sabtu (/1/2021) malam. Namun, upaya penyeleman di lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat belum bisa dilakukan akibat terkendala cuaca dan jarak pandang malam hari.

Padahal,  Tim SAR dari TNI Angkatan Laut (AL) sudah menyiapkan penyelam untuk melakukan pencarian. Namun, penyelaman urung dilakukan akibat cuaca.

.Kadispen Koarmada I Letkol Pelaut Fajar Tri Rohadi mengatakan penyelaman belum bisa dilakukan karena cuaca buruk. "Penyelam sudah di posisi, tapi belum bisa diterjunkan karena suasana saat ini juga gelap, belum bisa kita turunkan penyelam di cuaca yang begini karena cukup riskan. Cuacanya dari pagi tadi sampai sekarang hujan terus," ujar Fajar di Dermaga II JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Fajar, sebanyak 40 penyelam yang dikerahkan baru akan melakukan m pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182. Besok, Minggu (10/1/2021)   pagi.

"Kalau cuaca clear, besok kita selami lagi. Ombak (saat ini) sekitar ketinggian 1-2 meter. 40 Penyelam yang kami kerahkan untuk melakukan pencarian adalah penyelam-penyelam andalan,ā€¯ujarnya.

 

Ia menjelaskan, , TNI AL juga kembali menerjunkan 4 KRI ke lokasi, yakni KRI Gilimanuk, KRI Beurau, KRI Ciptadi, dan KRI Parang.

"Malam ini kita persiapan KRI Gilimanuk, sedangkan di daerah operasi yang sudah on site, yaitu KRI Beurau, mulai dari tadi kehilangan kontak sampai dengan dua jam berikutnya, kami sudah hadir di sana di daerah di mana diduga tempat kontak terakhir pesawat yang dilaporkan hilang," jelasnya.

Sementara itu, Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak dipastikan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Sriwijaya Air SJ182 ini sempat ke arah yang tidak sesuai koordinat sebelum hilang dari layar radar.

Hal ini disampaikan Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati saat  mengungkapkan kronologi hilangnya Sriwijaya Air SJ182 dalam konferensi pers di Bandara Soetta, Sabtu (9/1/2021).

Adita menyebut pesawat Sriwijaya Air SJ182 take off pada pukul 14.36 WIB. "Kemudian pada pukul 14.37 melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach," sebut Adita.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 kemudian diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standard instrument departure. Adita menyebut Jakarta Approach kemudian melihat pesawat tidak ke arah 075 derajat.

"Pada pukul 14.40 Jakarta Approach melihat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke barat laut atau north west. Oleh karenanya, ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat," sebut Adita.

Setelahnya, Sriwijaya Air SJ182 hilang dari layar radar. "Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari layar radar," sebut Adita.

Adita menyebut ada 62 orang di dalam pesawat. Rinciannya, 50 penumpang dan 12 kru.

"Di dalam pesawat terdapat sesuai manifes ada 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang, 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi," pungkasnya.

 

 

Sebanyak 40 penyelam TNI AL sudah siaga di kawasan perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dinyatakan hilang. Penyelaman baru bisa dilakukan Minggu (10/1/2021) pagi karena malam ini cuaca di kawasan itu buruk

Loading...

Related Post