Dituding Ingkari Kasus Surat 'Ijo', Risma Dinilai Tinggalkan Persoalan Ribuan Warga Surabaya

Dituding Ingkari Kasus Surat 'Ijo', Risma Dinilai Tinggalkan Persoalan Ribuan Warga Surabaya
ist
Editor : Potan News — Sabtu, 9 Januari 2021 19:20 WIB
terasjakarta.id


Dituding Ingkari Kasus Surat 'Ijo', Risma Dinilai Tinggalkan Persoalan Ribuan Warga Surabaya

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meninggalkan persoalan yang menyangkut nasib ribuan rakyat Surabaya. Demikian diungkapkan Senator Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Wawan Leak.

Dijelaskan Wawan, sewaktu Risma menjabat sebagai walikota Surabaya, dirinya dinilai ingkar terhadap janjinya menuntaskan persoalan Tanah Surat Ijo atau lebih dikenal 'Tanah Ijo' yang ditempati sekitar lebih dari 46 Ribu warga Surabaya.

"Ada pemiskinan sistemik yang dilakukan Risma saat jadi Walikota Surabaya, dia janjinya akan menuntaskan masalah surat ijo yang diklaim sebagai tanah milik Pemkot. Dia memarjinalkan warga Surabaya karena sampai saat ini, 10 tahun berkuasa di Surabaya, Risma tidak menepati janjinya soal surat Ijo," ujar Leak yang juga inisiator Dewan Warga Surabaya ini kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

"Tanah ijo itu sekarang di tempati 46 ribu orang, gegara Risma ingkar janji untuk menuntaskan. Alih-alih dapat SHM seperti janjinya, malah warga tersebut bakal banyak yang terlantar dan berpotensi jadi gelandangan karena rumahnya masih surat ijo," lanjutnya.

Leak menyontohkan ada beberapa sekolah dan mesjid yang menempati tanah dengan surat ijo, tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Leak menyebut, pembiaran itu lantaran Mesjid tersebut menempati tanah yang diklaim milik Pemerintah.

"Contohnya, salah satu mesjid yang menempati tanah ijo, sampai sekarang engga pernah dapat bantuan apapun dari Pemkot, itu karena mesjid nya menempati tanah ijo itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Leak mengungkapkan, disamping bangunan yang fungsinya untuk kepentingan umum, banyak warga yang menempati tanah ijo tersebut mengalami nasib serupa. Bahkan, ia mengakui warga tersebut terkesan ditelantarkan.

"Saat ini, ribuan warga itu nangis, engga tahu nasib kedepan seperti apa, bisa jadi tanah yang mereka tempati diambil sepihak tanpa ada kejelasana jaminan. Sementara, warga masih harus membayar uang sewa ke Pemkot. Tanah yang digunakan perluasan jalan aja, engga ada ganti rugi dari Risma saat itu, ini yang saya kira contoh kongkrit dari pemisikinan sistemik itu," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga mengatakan dirinya tidak mau menduga-duga. Menurutnya, jika di Surabaya saja Risma diduga memarjinalkan warga, bagaimana dengan rakyat Indonesia. Untuk itu, dia pun berniat membuktikan kebenarannya.

"Ah masa bu Risma begitu? Ini harus dibuktikan ke lokasi. Bersama tim, saya siap melakukan investigasi ke sana (Surabaya). Hanya saja, kalau pun terbukti, khawatir juga ya, dia sekarang kan Mensos, ngurusin orang se-Indonesia, Nasional lho, bukan lagi urusan parsial di Surabaya," ucap Rico.

Menurutnya, Presiden Jokowi mengangkat Risma sebagai mensos untuk menangani dan mengelola masalah sosial di seluruh wilayah hukum Indonesia. Dia menyarankan agar Risma segera menangani kesenjangan sosial di wilayah lain, seperti Papua dan Aceh.

"Saat ini, menjadi polemik aksi blusukan Risma di Jakarta. Menurut saya tidak salah kalau ada orang ingin menjadi gubernur DKI. Saran saya sebagai ketua Amarta, bu Risma konsentrasi saja terhadap penanganan Covid dan kesenjangan sosial di wilayah lain," kata aktivis senior.

Untuk diketahui, Tanah Surat Hijau merupakan tanah sisa peninggalan Belanda yang karena tidak jelas kepemilikannya, diambil alih oleh pemerintah. Untuk dapat digunakan, pemerintah mengeluarkan surat berwarna hijau sebagai Hak Penggunaan Lahan (HPl). Namun, Lantaran dalam UU agraria, tidak dikenal istilah HPL, melainkan HGB, HGU atau SHM. Untuk itu, hal ini sering kali menjadi pelomik ditengah masyarakat.

Di Surabaya sendiri, Tanah dengan surat berwarna hijau itu seluas 1.200 hektar yang tersebar di 23 Kecamatan. Tanah tersebut saat ini digunakan oleh 46.811 orang. (adt)

Dituding Ingkari Kasus Surat 'Ijo' Risma Dinilai Tinggalkan Persoalan Ribuan Warga Surabaya

Loading...

Related Post