Advertisement

Ini Alasan Gubernur Anies Perketat PSBB di Jakarta

Ini Alasan Gubernur Anies Perketat PSBB di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria
Editor : Potan Balaikota — Sabtu, 9 Januari 2021 14:49 WIB
terasjakarta.id

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam dua pekan mulai Senin (11/1/2021) pekan depan. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

“Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif COVID-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri,” kata Anies Baswedan saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (8/1/2021).

Pengetatan PSBB membuat masyarakat Jakarta harus kembali melakukan hal-hal yang telah diberlakukan sebelumnya seperti 75 persen karyawan bekerja dari rumah (Work From Home), belajar mengajar dilakukan jarak jauh, pusat perbelanjaan tutup pukul 19.00 WIB, dan restoran boleh dine-in dengan kapasitas 25 persen.

Sementara itu, tempat ibadah diberi batasan kapasitas 50 persen, fasilitas umum dan semua kegiatan sosial budaya dihentikan sementara, fasilitas kesehatan bisa tetap berjalan 100% dengan protokol kesehatan, dan transportasi umum dengan pembatasan kapasitas.

Ia menilai pengetatan PSBB perlu dilakukan sebab hal tersebut dianggap berhasil menurunkan kasus aktif secara signifikan ketika diterapkan pada September 2020.

“Kita ingat pada pertengahan bulan Agustus, ada libur panjang Tahun Baru Islam. Dua minggu sesudah libur panjang itu, pertambahan kasus harian dan pertambahan kasus aktif melonjak sangat cepat. Maka, pada saat itu, kita memutuskan menarik rem darurat di pertengahan bulan September,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Anies meminta seluruh warga DKI Jakarta bisa tetap disiplin menjalankan 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak menghindari kerumunan. Hal tersebut sangat membantu para tenaga kesehatan yang masih berada di garda terdepan.

“Beberapa waktu sesudah rem darurat ditarik, tampak kasus aktif menurun pesat, bahkan kembali ke titik awal sebelum kenaikan. Turun sampai 50%, hingga kita bisa kembalikan ke PSBB Transisi. Artinya, pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif,” lanjutnya.

Sebelumnya, DKI Jakarta kembali mencetak rekor penambahan kasus virus corona (covid-19) harian dengan 2.959 kasus pada Jumat (8/1/2021). Data perkembangan kasus covid-19 harian di Indonesia yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan DKI menjadi penyumbang terbanyak kasus harian Covid-19 di Tanah Air.

Gubernur Anies Perketat PSBB Jakarta

Loading...

Related Post