Ada Temuan Pelanggaran HAM dalam Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Komnas HAM Segera Lapor Presiden Jokowi

Ada Temuan Pelanggaran HAM dalam Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Komnas HAM Segera Lapor Presiden Jokowi
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 oleh aparat kepolisian merupakan pelanggaran HAM. (Ist)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 8 Januari 2021 17:50 WIB
terasjakarta.id


Hasil Investigasi yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, dalam kasus penembakan terhadap enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 oleh aparat kepolisian merupakan pelanggaran HAM.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021) mengatakan, Komnas HAM merekomendasikan adanya penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

Menurut dia, penegakan hukum melalui mekanisme pengadilan pidana diperlukan untuk mendapatkan kebenaran materiil yang lengkap serta menegakkan keadilan.

"Peristiwa tewasnya laskar FPI merupakan kategori pelanggaran HAM," ucap Choirul Anam. 

Choirul Anam menegaskan penegakan hukum dalam kasus ini tidak boleh hanya dilakukan secara internal. Selanjutnya Komnas HAM meminta dilakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang berada di mobil Avanza hitam B 1759 PWI dan avanza silver B 1278 KJI.

"Berikutnya, mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh laskar FPI. Keempat, meminta proses penegakan hukum akuntabel, objektif, transparan sesuai dengan standar hak asasi manusia," katanya.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menambahkan,  hasil investigasi tersebut akan disampaikan pihaknya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku pimpinan tertinggi negara.

"Laporan akhirnya kami sampaikan kepada Bapak Presiden Indonesia selaku kepala negara. Karena tentu saja nanti ada saja hal-hal yang harus ditindaklanjuti oleh para aparat penegak hukum dalam kasus yang kita tangani," ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

Taufan memastikan bahwasanya penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya telah berdasarkan temuan fakta yang objektif. Hasil yang dipaparkan pun dipastikan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

"Sebagai lembaga negara kami bekerja seobjektif mungkin, sejernih mungkin menemukan fakta-fakta, mengumpulkan berbagai informasi dan akhirnya menyimpulkan tanpa ada tekanan dari pihak manapun," ucapnya.

 

Komnas HAM Penembakan Enam Laskar Front Pembela Islam Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Loading...

Related Post