Kepala Keamanan Gedung Putih dan Sejumlah Diplomat Bakal Mundur, Trump Akan Dimakzulkan

Kepala Keamanan Gedung Putih dan Sejumlah Diplomat Bakal Mundur, Trump Akan Dimakzulkan
Situasi di depan Gedung Capitol Amerika Serikat tampak lengang pasca kerusuhan unjuk rasa pendukung Presiden Trump, Kamis (7/1/2021) pagi waktu Amerika Serikat. (afdal)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 8 Januari 2021 09:38 WIB
terasjakarta.id


Perkembangan politik di Amerika Serikat pascapenyerangan Gedung Capitol oleh pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tidak puas dengan kekalahan Trump pada Pilpres lalu, diperkirakan akan mengalami perubahan besar dalam beberapa jam ke depan.

Kemunkinan besar, masa jabatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terancam tidak genap empat tahun. Menyusul adanya informasi bahwa Trump akan terkena Impeachment ata dimakzulkan.

Koresponden Poskota Muhammad Afdal melaporkan,  beberapa anggota parlemen berencana akan menggelar kongres amandemen 25 yang artinya menyatakan presiden saat ini tidak memenuhi syarat tidak kualifaif karena sakit atau alasan lainnya dan dialihkan ke wakilnya supaya mengantisipasi karena Trump terus memprovokasi pendukungnya untuk melakukan hal hal yang tidak sesuai konsttitusi.

Langkah ini sebagai antisipasi langkah Donal Trump yang terus mengajak pendukung untuk mengambil tindakan yang tidak sesuai konstitusional melalui media sosial seperti facebook dan twitter. “Kita akan mengikuti dan melihat perkembangan bagaiaman amanden 25 ini dalam beberapa jam ke depan. Kemungkinan Trump akan dimakzulkan sebelum masa jabatannya berakhir untuk mengantisipasi supaya tidak ada gejolak saat pelantikan presiden baru AS Joe Beiden nanti,”ujar Afdal.

Menurut Afdal masyaraat AS  berdasarkan wawancara sejumlah media setempat merasa malu dengan kejadian ini. Bahkan, kata Afdal, informasi  terakhir kepala keamanan Gedung Putih dan beberaoa diplomat di luar negeri akan mengundurkan diri karena malu. Bahkan, sejumlah media masa seperti Voxnews yang selama ini mendukung Trump mulai bergeser.

Seperti dikethui, beberapa jam usai ratusan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat dalam serangan mengerikan terhadap demokrasi AS, Kongres yang terguncang secara resmi mengesahkan kemenangan Joe Bideb dari Partai Demokrat, pada Kamis (7/1), dalam pemilu presiden.

Segera setelah pengesahan itu, Gedung Putih merilis pernyataan dari Trump di mana dia menjanjikan "transisi yang tertib" pada 20 Januari saat Biden akan dilantik sebagai presiden.

Kongres telah melanjutkan tugas dalam mengesahkan kemenangan suara elektoral yang diperoleh Biden pada Rabu usai pemandangan yang kisruh terjadi di Gedung Capitol, dengan perdebatan yang terulur lama hingga Kamis dini hari waktu setempat.

Usai perdebatan, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat menolak dua keberatan terhadap penghitungan suara dan mengesahkan suara elektoral final dengan perolehan 306 suara untuk Biden dan 232 suara untuk Trump.


Pihak kepolisian menyebut empat orang meninggal dunia dalam kekisruhan itu - satu dari tembakan dan tiga akibat keadaan darurat medis - dan 52 orang telah ditangkap.

Sejumlah perusuh mengepung ruang majelis DPR saat para anggota parlemen berada di dalam, menggedor-gedor pintu dan memaksa penundaan debat terkait pengesahan itu. Para petugas keamanan menumpuk perabotan untuk menahan pintu ruang majelis dan mengeluarkan senjata api sebelum membantu para anggota parlemen dan sejumlah pihak lain melarikan diri. Serangan terhadap Capitol merupakan puncak dari retorika yang memecah belah dan meningkat selama berbulan-bulan seputar pemilu pada 3 November, dengan presiden dari partai Republik berulang kali membuat klaim palsu bahwa pemungutan suara itu dicurangi dan mendesak para pendukungnya untuk membantu membalikkan kekalahannya.

Trump bersikeras membuat klaim palsu bahwa dia telah memenangkan pemilu, bahkan ketika dia mengatakan transisi akan teratur.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari," katanya dalam pernyataan yang diunggah di Twitter oleh juru bicara Gedung Putih Dan Scavino.( Don)

Kepala keamanan Gedung Putih (Secret Service) dan sejumlah diplkomat Amerika dikabarkan akan mengundurkan diri terkait kerusuhan yang terjadi Presiden Donald Trump terancam dimakzulkan setelah parlemen setempat akan melakukan amandemen terhadap Undang-un

Loading...

Related Post