Peneliti: Tahun 2021 Bumi Akan Berputar Lebih Cepat

Peneliti: Tahun 2021 Bumi Akan Berputar Lebih Cepat
Bumi dan Bulan (ist)
Editor : Potan News — Jumat, 8 Januari 2021 08:35 WIB
terasjakarta.id

Sebuah penelitian mengungkap pada tahun 2021 Bumi mengalami perputaran tercepatnya dari biasanya. Bahkan kecepatan ini menjadi yang tercepat dalam setengah abad terakhir.

Dikansir dari DailyMail, Rabu (6 Januari 2021) akibat cepatnya rotasiBumi, panjang hari saat ini akan terasa lebih pendek dari hitungan 24 jam yang ditentukan.

Hal ini juga menjadi perdebatan par pencatat waktu. Karena mereka belum memastikan apakah mereka akan menghapus satu detik dari hitungan waktu resmi sesuai perubahan sehingga hitungannya sesuai dengan rotasi Bumi.

Sementara penambahan 'detik kabisat negatif' belum pernah dilakukan, total 27 'detik kabisat' telah ditambahkan sejak tahun 1970-an, untuk menjaga waktu atom sejalan dengan waktu matahari.

Ini karena, selama beberapa dekade, Bumi membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari 24 jam untuk menyelesaikan rotasi. Tapi sejak tahun lalu, rotasi memakan waktu sedikit lebih sedikit.

Namun di pertengahan tahun 2020, tren yang berlangsung selama ini berbalik dan hari-hari sekarang biasanya lebih pendek dari 86.400 detik.

Pada 19 Juli 2020, hari berlangsung selama 1.4602 milidetik lebih pendek dari 24 jam penuh, hari terpendek sejak pencatatan dimulai.

Sebelum tahun 2020, hari terpendek terjadi di tahun 2005, Namun rekor ini telah terpecahkan secara mengejutkan sebanyak 28 kali dalam 12 bulan terakhir.

Rata-rata, hari-hari saat ini berlangsung 0,5 detik lebih pendek dari hitungan sempurna 24 jam.

Berkurangnya waktu yang terdengar sangat kecil ini hanya dapat dideteksi pada tingkat atom tetapi memiliki implikasi yang luas.

Satelit dan peralatan komunikasi mengandalkan waktu objektif yang selaras dengan waktu matahari, yang ditentukan oleh posisi bintang, bulan, dan matahari.

Untuk menjaga keharmonisan yang utuh, pencatat waktu di International Earth Rotation Service (Layanan Rotasi BumiInternasional) di Paris sebelumnya telah menambahkan apa yang disebut 'detik kabisat' untuk menyempurnakan hitungan satu hari.

Ini sudah terjadi 27 kali sejak tahun 70-an, terakhir pada Malam Tahun Baru 2016.

Namun, karena Bumi secara konsisten melambat dan tidak mempercepat putarannya, tidak pernah ada kebutuhan untuk menambahkan lompatan negatif kedua.

Sekarang, mulai muncul perdebatan tentang apakah diperlukan “koreksi” untuk memperbaiki perbedaan waktu yang semakin besar.

“Benar Bumi berputar lebih cepat, ini putaran paling cepat dalam 50 tahun terakhir,” kata Peter Whibberley, ilmuwan peneliti senior National Physical Laboratory kepada The Telegraph.

“Sangat mungkin melakukan penambahan waktu yang kita kenal dengan lompatan negatif kedua jika laju rotasi bumi semakin meningkat. Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan terjadi sekarang,” katanya melanjutkan.(sumber: pikiran rakyat/tan)

Peneliti: Tahun 2021 Bumi Berputar Lebih Cepat

Loading...

Related Post