Melalui Unggahan Instagram, Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Surat Keterangan Tes Swab

Melalui Unggahan Instagram, Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Surat Keterangan Tes Swab
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus
Editor : Potan News — Kamis, 7 Januari 2021 20:03 WIB
terasjakarta.id

Polda Metro Jaya membongkar sindikat pemalsu surat keterangan (Suket) tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Terbongkarnya sindikat ini, setelah polisi menangkap tiga tersangka pemalsuan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, modus operandi pemalsuan surat keterangan hal tes, untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Hasil tes tersebut dipasarkan melalui media sosial.

"Modusnya membuat memalsukan data atas nama PT. BF, untuk kemudian bisa lolos berangkat ke Bali dengan memalsukan bukti tes usap (swab)," kata Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (7/1/2021).

Dikatakan Yusri, tiga pelaku pemalsuan tersebut yakni MFA yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, EAD yang ditangkap di Bekasi dan MAIS yang diamankan petugas di Bali.

Yusri menjelaskan terkuaknya kasus pemalsuan surat tes usap tersebut berawal dari unggahan media sosial tersangka MFA.

Adapun isi unggah akun Instagram @hanzdays tersebut yakni "Yang mau PCR cuma butuh KTP ga usah swab beneran. 1 jam jadi, bisa dipake diseluruh Indonesia, gak cuma Bali dan tanggalnya bisa pilih H-1/H-2 100% lolos testimoni 30+”.

Unggahan soal surat tes usap palsu kemudian menjadi ramai bahan pembicaraan warganet, yang salah satunya adalah dr. Tirta Mandira Hudhi.

Pembicaraan warganet soal surat tes usap PCR palsu tersebut kemudian sampai ke PT. Bumame Farmasi (BF) selaku penyelenggara tes usap PCR resmi yang namanya dicatut dalam surat tersebut. Pihak kuasa hukum PT. Bumame Farma pun melaporkan perkara pemalsuan tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Ini di akun Instagram inisial MFA yang kemudian diketahui dr Tirta, yang kemudian sampai ke PT. BF yang melapor ke Polda Metro Jaya," ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ketiganya kini dijerat dengan Pasal 32 jo Pasal 48 UU No.19/2016 dan atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU No.19/2016 tentang ITE, dan atau Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara. (adt)



Melalui Unggahan Instagram Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Surat Keterangan Tes Swab

Loading...

Related Post