Jaga Kesehatan, Satgas: Semua RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Semua Hampir Penuh

Jaga Kesehatan, Satgas: Semua RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Semua Hampir Penuh
Ilustrasi pasien covid-19 di rawat pada salah satu RS rujukan di Jakarta (ist)
Editor : Potan News — Kamis, 7 Januari 2021 15:10 WIB
terasjakarta.id

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, kapasitas keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 84,79 persen.

Angka tersebut mencakup ruang isolasi hingga ruang Intensive Care Unit (ICU) yang difungsikan merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat.

“Data terakhir terkait okupansi RS DKI sudah terisi 84,79 persen,” kata Wiku.

Wiku mengatakan tempat tidur yang masih tersedia di sejumlah rumah sakit juga belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan untuk merawat pasien Covid-19.

“Perlu dipahami, bahwa masih tersisanya sedikit tempat tidur untuk pasien Covid-19 ini belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan. Apalagi sampai saat ini telah ada 237 dokter yang meninggal dan trennya terus meningkat,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Wiku pun meminta agar masyarakat tidak abai dengan protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Berdasarkan data rumah sakit online di laman https://eis.dinkes.jakarta.go.id/dashboard.php, menunjukkan data ketersediaan bed di ruang ICU hanya tersisa 59 ruang dari total kapasitas 410 ruangan.

Rinciannya, 14 ruangan masih tersisa untuk ICU tekanan negatif dengan ventilator, 15 ruang ICU tekanan negatif tanpa ventilator, 18 ruang ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator, dan 12 ICU tanpa tekanan negatif tanpa ventilator.

Adapun kapasitas perawatan isolasi untuk pasien Covid-19 masih tersisa 579 tempat tidur dari total kapasitas 3.155 tempat tidur. Rinciannya, 189 tempat tidur untuk isolasi tekanan negatif, dan 390 tempat tidur untuk isolasi tanpa tekanan negatif.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah membatasi aktivitas masyarakat dengan merujuk pada aturan PSBB dalam menekan penularan virus corona PSBB di wilayah Jawa-Bali. Pembatasan tersebut dilakukan mulai 11 sampai 25 Januari 2021.

“Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali karena seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Rabu (6/1).(tan)



Jaga Kesehatan Satgas Semua RS Rujukan Covid-19 Jakarta Hampir Penuh

Loading...

Related Post