Satgas Pangan Polri Tak Temukan Penimbunan Terkait Tingginya Harga Kedelai

Satgas Pangan Polri Tak Temukan Penimbunan Terkait Tingginya Harga Kedelai
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan
Editor : Potan News — Kamis, 7 Januari 2021 11:32 WIB
terasjakarta.id

Satgas Pangan Polri melalui Mabes Polri membeberkan alasan terjadinya kelangkaan kedelai berimbas pada naiknya harga tempe dan tahu di sejumlah wilayah di Indonesia.

Bukan karena adanya penimbunan melainkan kelangkaan tersebut karena harga kedelai dari negara asalnya sudah melonjak. Demikian dikatakan Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

"Mungkin ada kecurigaan dari masyarakat atau ada penimbunan segala macam," kata Ramadhan, Kamis (7/1/2021).

Adanya keluhan tersebut, Polri melakukan pengecekan terhadap tiga importir kedelai. Ramadhan menyebut dari hasil pengecekan gudang importir kedelai, didapati fakta kelangkaan hingga kenaikan harga kedelai ternyata dipicu dua hal.

Hal pertama karena harga kedelai dari negara asal sudah naik dari harga biasanya. Hal tersebut yang membuat kedelai naik di pasar Indonesia.

"Berdasarkan hasil pengecekan di tiga lokasi tersebut didapati fakta bahwa terjadinya kenaikan harga kedelai selain disebabkan harga beli dari negara asal mengalami kenaikan yaitu yang sebelumnya Rp6.800 menjadi Rp8.300," beber Ramadhan.

Faktor selanjutnya berkaitan dengan transportasi. Faktor ini lah yang membuat kedelai lamban masuk ke wilayah Indonesia hingga mengakibatkan kelangkaan.

"Juga disebabkan sejak pertengahan bulan Oktober sampai Desember 2020 kapal yang langsung tujuan Indonesia sangat jarang sehingga menggunakan angkutan tujuan negara Singapura dan sering terjadi keterlambatan dikarenakan menunggu waktu dalam konekting ke Indonesia," ujar Ramadhan.

"Hal ini yang menyebabkan keterlambatan antara dua sampai tiga Minggu untuk sampai ke Indonesia," lanjut. (adt)



Satgas Pangan Polri Tak Temukan Penimbunan Terkait Tingginya Harga Kedelai

Loading...

Related Post