Berhenti Isap Vape, ini Enam Keuntungan yang Didapat

Berhenti Isap Vape, ini Enam Keuntungan yang Didapat
ilustrasi (ist)
Editor : Potan News — Kamis, 7 Januari 2021 08:20 WIB
terasjakarta.id

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menghitung hampir 3.000 kasus penyakit paru terkait vaping baru yang dikenal sebagai Evali.

Namun bagi sebagian kalangan, keberadaan rokok elektrik diyakini sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok tembakau, tetapi sekarang ada bukti yang menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

Menurut penelitian, meskipun seseorang berhenti menggunakan vape tetap akan memberikan efek negatif pada tubuh. Namun, jika seseorang tetap memutuskan untuk berhenti menggunakan vape, maka inilah yang akan dialami tubuh.

  1. Setelah tiga bulan: sirkulasi darah membaik

Berdasarkan penelitian tahun 2016 dalam jurnal Trends in Cardiovascular Medicine, nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kulit dan sekitar jantung.

Nikotin dalam rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok pada umumnya. Namun, setelah Anda berhenti, sirkulasi darah Anda akan mulai membaik karena pembuluh darah kembali ke kondisi normal dengan ukuran diameter yang normal.

Jika Anda khawatir bahwa menghentikan kebiasaan tersebut akan menyebabkan penambahan berat badan, Anda salah. Faktanya, Anda bisa berhenti merokok tanpa mengalami penambahan berat badan.

  1. Setelah sembilan bulan: paru-paru berhenti infeksi

“Setelah sembilan bulan, kesehatan paru-paru meningkat secara signifikan berkat pembaruan struktur mikroskopis seperti rambut di dalam paru-paru yang membantu mengeluarkan lendir dan melawan infeksi,” kata Dr. Nikola Djordjevic, MD, Project Manager of Med Alert Help.

Kondisi tersebut, secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena beberapa infeksi dan komplikasi dari penyakit seperti flu dan pneumonia.

  1. Setelah satu tahun: risiko kena serangan jantung berkurang 

Sekarang pembuluh darah Anda sudah kembali ke ukuran normal, detak jantung kembali pada kecepatan yang aman, dan tekanan darah Anda turun. Dengan begitu risiko Anda terkena serangan jantung lebih rendah dibanding ketika Anda masih merokok menggunakan vape.

“Setelah satu tahun, risiko kardiovaskular berkurang hingga 50 persen,” kata Dr. Djordjevic.

Jika Anda merasa Anda terlalu muda untuk memiliki masalah jantung, maka pikirkan lagi keinginan Anda untuk menggunakan vape.

  1. Setelah lima tahun: risiko stroke merendah

Efek jangka panjang dari kesehatan jantung yang lebih baik dan tekanan darah yang lebih rendah memberi Anda manfaat signifikan lainnya, yaitu risiko stroke yang lebih rendah.

Menurut penelitian yang dipresentasikan pada International Stroke Conference 2019 menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko 71 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan bukan perokok.

  1. Satu dekade kemudian: turun risiko kanker

Sebuah studi pada 2017 dalam Scientific Reports menunjukkan rokok elektrik dan vaping dapat menyebabkan perubahan DNA dan mutasi genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Jadi, semakin lama Anda menghindari rokok elektrik, semakin sehat tubuh Anda.

“Setelah satu dekade, risiko kanker paru-paru, risiko kanker pankreas, mulut, dan tenggorokan berkurang hingga 50 persen.” kata Dr. Djordjevic.

“Setelah 15 tahun, risiko Anda terkena penyakit jantung koroner menjadi sama dengan bukan perokok. Hal yang sama berlaku untuk risiko terkena kanker pankreas,” ucapnya.

  1. 20 tahun kemudian: hilangnya hasrat untuk vaping

Akan datang suatu hari di mana kebiasaan buruk vaping tidak akan berdampak lama pada tubuh dan kesehatan Anda.

“Setelah 20 tahun, faktor risiko Anda akan serupa dengan mereka yang tidak pernah merokok atau vape,” kata Dr. Djordjevic. (tan)




Berhenti Isap Vape Enam Keuntungan yang Didapat

Loading...

Related Post