Polri Selidiki Penimbunan Kedelai Yang Memicu Aksi Mogok Produsen Tempe danTahu

Polri Selidiki Penimbunan Kedelai Yang Memicu Aksi Mogok Produsen Tempe danTahu
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit ((Detik.com)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 5 Januari 2021 12:40 WIB
terasjakarta.id


Melambungnya harga kedelai yang membuat  para pengrajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok produksi diduga dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang coba meraup keuntungan dengan melakukan penimbunan kedelai

 

Terkait itu, Bareskrim Polri kini menyelidiki dugaan penimbunan kedelai di sejumlah wilayah usai kenaikan harga kedelai nasional yang mengakibatkan kelangkaan bahan baku pembuatan tempe dan tahu itu di tengah masyarakat.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit bersama Kasatgas Pangan Polri Brigjen Pol Helmy Santika menyatakan penyelidikan dilakukan oleh tim satgas Pangan Polri di sejumlah wilayah di Indonesia dan telah melakukan pemeriksaan di sejumlah gudang importir dan distributor kedelai di wilayah Cikupa, Cengkareng, dan Bekasi.

"Satgas juga telah menginstruksikan satgas kewilayahan di tiap Polda untuk melakukan pengecekan harga, ketersediaan kedelai serta sentra-sentra pengolahan khususnya UMKM yang memproduksi tempe dan tahu," ucap Komjen Listyo Sigit dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (5/12).

Seperti dikethui,  terjadi kenaikan harga kedelai di awal tahun 2021 ini yang menyebabkan sejumlah perajin tahu tempe mogok produksi selama tiga hari. Pasokan tahu dan tempe menghilang di pasaran selama 1 hingga 3 Januari.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengklaim telah menurunkan tim untuk mencari sumber masalah mogok produksi oleh produsen tahu tempe. Pemerintah menjamin pasokan kedelai akan segera stabil.

Brigjen Helmy Santika mengatakan Polri telah memiliki data dan analisa ketersediaan serta kebutuhan kedelai secara nasional.

"Kami telah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan sejumlah pihak lain untuk menelusuri dugaan adanya penimbunan dan permainan harga kedelai yang melonjak sejak beberapa hari lalu," tutur Helmy.

Helmy juga menyebutkan bahwa perkembangan global di masa pandemik COVID-19 turut memengaruhi harga kedelai di pasar dunia.
“Berdasarkan data FAO, pada Desember 2020 ada kenaikan harga kedelai di pasar global sebesar 6 persen dari harga awal 435 dolar AS menjadi 461 dolar AS per ton," ucap Helmy. (Ant/don)


Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di sejumlah gudang importir dan distributor kedelai di wilayah Cikupa Cengkareng dan Bekasi.

Loading...

Related Post