Kasus Posisif Covid-19 Terus Meningkat, Rekan Indonesia: Akibat Kampanye New Normal

Kasus Posisif Covid-19 Terus Meningkat, Rekan Indonesia: Akibat Kampanye New Normal
Ilustrasi pasien covid-19 (ist)
Editor : Potan News — Senin, 4 Januari 2021 09:46 WIB
terasjakarta.id
Pemerintah melaporkan kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 7.582 pada Sabtu (2/1/2021). Dengan tambahan hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 758.473. Terjadi penambahan pasien positif sejumlah 7.203 orang dalam kurun waktu 24 jam.

Lonjakan tinggi angka positif ini menyebabkan ruang rawat inap pasien covid mendekati penuh. Secara kumulatif, tingkat okupansi rumah sakit sudah berada di kisaran angka 64,1 persen. Rata-rata itu, melebihi ambang batas aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen.

Terkait kenaikan kasus positif covid-19, Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia fokus menyorotinya. Menurut Sekretaris Nasional Rekan Indonesia, Adjie Rimbawan, kenaikan angka positif covid-19 per 2 Januari 2020 lebih disebabkan
oleh berkurangnya kewaspadaan warga terhadap penularan covid-19 pasca diberlakukannya new normal yang didengungkan oleh pemerintah pusat dengan segala gegap gempitanya hanya menghasilkan situasi yang blunder. 

“Dengan kampanye new normal, warga menganggap covid19 tidak lagi berbahaya. Warga mulai kendor kewaspadaanya. Apalagi aktifitas kembali bebas dan protokoler kesehatan dengan penerapan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Dan Mencuci Tangan) hanya sebatas slogan tanpa dilakukan secara sungguh-sungguh” ujar Adjie, dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1/2021).

Adjie menambahkan, berkurangnya kewaspadaan warga terhadap covid-19 makin diperkuat dengan tidak adanya keteladanan dari tokoh dan elite bangsa ini. Warga seolah-olah dipertontonkan melalui aktifitas tokoh dan elite bangsa yang aktifitasnya seakan-akan menganggap remeh covid-19. 

“Mulai dari kunjungan kerja, reses, kunjungan keluar negeri, dan lain sebagainya makin menjauhkan warga dari keteladanan. Sehingga warga beranggapan yang di atas saja boleh beraktifitas bebas tanpa memperhatikan prokes, moso kita yang dibawah nggak boleh. Fakta bahwa banyak tokoh dan elite bangsa yang akhirnya positif covid19 malah dianggap angin lalu oleh warga” imbuh Adjie. 

Adjie berharap pemerintah pusat benar-benar bersunguh-sungguh dalam penanganan covid-19 ini. Kondisi penuhnya ruang isolasi dan ICU untuk pasien positif covid-19 adalah kondisi darurat yang harus segera disikapi dan diatasi oleh pemerintah. Salah satu cara untuk dapat menekan angka positif covid-19 sekarang ini adalah dengan kebijakan yang ketat, pasti dan terukur, bukan lagi menerapkan kebijakan yang longgar dan menganggap remeh naiknya angka positif covid-19. 

“Sudah saatnya pemerintah pusat menerapkan UU Kekarantinaan Kesehatan dengan melakukan karatina wilayah guna menekan mobilitas warga yang menyebabkan terjadinya kerumunan baik di lingkungan rumah dan lingkungan kerja warga," tegas Adjie.

“Sudah saatnya juga pemerintah pusat benar-benar menyatakan covid-19 adalah musuh bersama bangsa ini, sehingga warga bisa digerkan untuk berperang sungguhan dengan covid-19. Melawan virus sama dengan melawan musuh. Jika tidak maka kesehatan Indonesia akan ambruk,” tambah Adjie. 

Selain itu,Adjie juga berpesan kepada kader dan anggota Rekan Indonesia, untuk bisa menjadi contoh ditengah lingkungan tempat tinggalnya dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. Adjie juga menyerukan kepada seluruh struktur Rekan Indonesia agar terus melakukan kampanye protokol kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya. 

“Ingatkan terus warga sekitar kita bahwa situasi saat ini Indonesia darurat ruang Isolasi dan ICU sehingga jika kita terpapar dan positif Covid19 akan susah mendapatkan ruang Isolasi dan ICU di RS. Ingatkan juga terus warga dilingkungan tempat tinggal kita agar terus menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menyebut keterpakaian rumah sakit di DKI Jakarta untuk pasien covid-19 terus meningkat. 
Menurut Riza, hingga 1Januari 2021 peningkatan itu sudah mencapai 80-85 persen. 

"Jadi kalau rumah sakit memang ada peningkatan ya terkait keterpakaian atau sisanya semakin berkurang," kata Ariza dalam dialog tayangan tvOne pada Sabtu
(2/1/2021). 

"Datanya ini per 1 Januari terdapat 7.447 tempat tidur isolasi dan 964 tempat tidur ICU, dan keterpakaian nya itu untuk isolasi itu 85 persen atau 6.303 sementara ICU 80% atau 771 pasien, jadi masih mencukupi," tuturnya. 


 

Kasus Posisif Covid-19 Terus Meningkat Rekan Indonesia Akibat Kampanye New Normal

Loading...

Related Post