Jenazah Pasien COVID-19 Nyaris Tertukar, RSUD Bogor Minta Maaf

Jenazah Pasien COVID-19 Nyaris Tertukar, RSUD Bogor Minta Maaf
Tangkapan video keluarga pasien yang kecewa dengan pelayanan RSUD Kota Bogor: Ist/potongan gambar dalam video)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 3 Januari 2021 21:48 WIB
terasjakarta.id


Kejadian fatal nyaris terjadi di RSUD Bogor. Jenazah pasien yang meninggal karena sakit nyaris tertukar dengan jenazah pasien COVID-19. Untungnya kejadian in bisa dihindari.

Kasus ini beredar ke masyarakat melalui sebuah video yang beredar melalui WhatsApp. Video itu memperlihatkan keluarga pasien yang kecewa dengan pelayanan di RSUD Bogor . Bahkan, jenazah keluarga pasien itu nyaris tertukar.

Dalam video berdurasi 49 detik itu terlihat suasana belakang RSUD Kota Bogor. Terdengar suara perempuan perekam video melontarkan kekecewaanya terhadap rumah sakit yang menangani jenazah anggota keluarganya sambil berjalan menuju ruang instalasi forensik. 
"Ini benar-benar sudah parah ya. Ini mamah saya sudah meninggal dari jam 12 malam sampai sekarang belum dibawa. Terus salah ngambil pasien lagi," cetus perempuan dalam video singkat tersebut.

Dilansir Sindonews.com, anak dari sang ibu berinisial D yang dikoonfirmasi membenarkan kejadian dalam video yang beredar tersebut. Video itu terjadi setelah ibunya meninggal pada Rabu 30 Desember 2020 lalu.

Menurut dia, ibunya meninggal pada Rabu 30 Desemberpukul 00.05 WIB, amu sampai jam 10.00 WIB  pagi atau pada  31 Desember  baru bisa diambil dari rumah sakit. Pasalnya, pihak rumah sakit tidak mengizinkan keluarga melihat jenazah karena terkait status terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, entah kenapa keluarga merasa ingin sekali melihatnya.

"Akhirnya sampai humasnya datang boleh dilihat. Setelah dilihat ternyata bukan jenazah mama saya, tapi laki-laki berkumis. Mamah saya belum diurus, mama saya masih di ruang isolasi," ungkapnya.

Keluarga pun terkejut dengan adanya kejadian itu. Lantas, dia meminta rumah sakit mengawal proses pemulangan jenazah sampai penguburan.

Terkait hal ini, D mengaku kecewa. Ia tak bisa membayangkan jika keluarga mengiyakan begitu saja dan membawa pulang jenazah.

Warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor itu mengaku rumah sakit telah meminta maaf kepada keluarganya atas kejadian tersebut, termasuk persoalan dokumen kematian yang tidak sesuai.

"Rumah sakit mengakui kesalahan, humasnya datang ke rumah minta maaf. Setelah ini clear, ada lagi pendokumentasian kematian mamah saya ditulis hari Selasa udah jelas Rabu. Saya bilang saya gak mau tau ini penting loh, dia bilang siap," ujarnya.

Dengan kejadian ini, dia berharap menjadi pembelajaran bagi semua ke depan agar lebih baik lagi terutama terhadap pasien status Covid-19. "Bagi saya gak masalah mamah meninggal karena Covid karena bukan aib bagi saya. Saya sangat menerima apapun. Yang saya sempat gak terima ya itu. Semoga menjadi pembelajaran," kata D.

Kejadian fatal nyaris terjadi di RSUD Bogor. Jenazah pasien yang meninggal karena sakit nyaris tertukar dengan jenazah pasien COVID-19. Untungnya kejadian in bisa dihindari.

Loading...

Related Post