Maaf, Harga Tahu Tempe Naik!

Maaf, Harga Tahu Tempe  Naik!
Penjualan tahu (ilustrasi/tribunnews)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 3 Januari 2021 13:57 WIB
terasjakarta.id


Pengrajin tahu dan tempe telah mengakhiri aksi mogok produksi dan jualan, Minggu (3/12) sejak aksi mogok itu digelar, Jumat 1/12). Namun, mereka tak bisa mengelakkan adanya kenaikan harga lauk- pauk yang identik dengan masyarakat kebanyakan itu sebagai dampak kenaikan harga kedele dan biaya produksi

Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) menyatakan, akan menaikkan harga tempe dan tahu sebesar 20 persen atau sekira Rp 15 ribu per kg mulai Senin (4/1) besok

Menurut Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifudin,  aksi mogok yang dilakukan agar pemerintah dan masyarakat memahami kesulitan yang dialami para perajin akibat adanya kenaikkan harga kedelai dan biaya ongkos produksi. "Masyarakat tolong mengerti kalau kami hanya ingin menaikkan harga sedikit dan bukan untuk mencari kekayaan, tapi hanya untuk sekadar makan agar bisa bertahan di tengah kondisi saat ini," ujar Aip saat dihubungi di Jakarta, Minggu (3/1).

Aip mengatakan, para perajin tempe dan tahu telah menyampaikan kesulitannya kepada pemerintah dan berharap pemerintah mau membantu melakukan sosialisasi kenaikkan harga tempe dan tahu kepada masyarakat. "Tapi imbauan pemerintah ke masyarakat itu tidak ada, ya, sudah mogok saja," ucap Aip.

Aip meminta pemerintah membuat kebijakan yang menguntungkan semua pihak, mulai dari petani kedelai, perajin tahu dan tempe, dan masyarakat. Aip mengatakan, para perajin tempe dan tahu telah menyampaikan usulan kenaikkan harga tempe dan tahu kepada Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan.

"Karena ini persoalan dagang maka Kemendag yabg harus lebih berperan. Menteri (perdagangan) yang lalu kurang mendukung. Kalau Menteri (perdagangan) yang baru dia sangat perhatian dan mau membantu," kata Aip.(don)

 

Pengrajin dan penjual tahu tempe telah mengakhiri aksi mogoknya pada Minggu (3/12). Namun pihaknya terpaksa menaikkan harga tahu dan tempe serta meminta masyarakat untuk bisa memahaminya.

Loading...

Related Post