Hasil Rapit Tes Antigen di Puncak, Belasan Orang Reaktif, Paling Banyak Warga Jakarta

Hasil Rapit Tes Antigen di Puncak, Belasan Orang Reaktif, Paling Banyak Warga Jakarta
Pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di kawasan Puncak, Bogor oleh petugas (Liputan6.com)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 2 Januari 2021 16:26 WIB
terasjakarta.id


Selama libur Natal dan Tahun Baru 2021, petugas  Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melaksanakan rapid test antigen terhadap sekitar 1.200 orang yang hendak masuk ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, Sabtu (2/1) mengatakan, hasilnya ada sekitar 17 wisatawan yang masuk ke kawasan Puncak dinyatakan reaktif. Paling banyak adalah warga yang berasal dari Jakarta  dan sisanya warga Cianjur, Tangerang, bahkan ada warga negara asing (WNA) yang berasal dari Yaman sebanyak dua orang.

“Memang dari hasil pengetesan ada 17 itu, ada warga asing dari Yaman dua orang. Kebetulan mereka tinggal di Jakarta mau ke Puncak dan reaktif. Selebihnya dai ada Cianjur, Tangerang, dan paling banyak dari Jakarta,” jelasnya.

Agus Ridho menjelaskan, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor memang menyiapkan 200 sampel  rapid test antigen  setiap harinya. Sampel rapid test tersebut disediakan secara terbatas, dan bisa digunakan untuk warga yang tidak memiliki surat hasil rapid test antigen.

Makanya, kata diaa, lantaran terbatasanya  sampel yang disediakan jika ada warga yang tidak mendapat giliran rapid test antigen di Posko, mereka dipersilahkan untuk mencari rumah sakit terdekat untuk melaksanakan rapid test. Jika tidak, kata Agus, para wisatawan diminta untuk putar balik ke daerah masing-masing.

“Ya memang terbatas rapid antigen ini. Pemerintah daerah (Pemda) memang menyiapkannya tidak bisa banyak, rata-rata sehari 200. Bagi mereka yang tidak kebetulan bisa dirapid antigen di sini ya dipersilahkan untuk mencari RS terdekat untuk dirapid,” tuturnya.

Sementara itu, Agus menjelaskan, sepanjang libur natal dan tahun baru, dalam sehari rata-rata jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 200 kendaraan. Kebanyakan, mereka diputarbalik karena tidak membawa surat hasil rapid test antigen.

Namun, jika ditotal jumlah kendaraan yang diminta untuk memutar balik paling banyak pada libur tahun baru, dibandingkan dengan libur natal. “Iya. Kan target kita sebetulnya libur tahun baru. Jadi banyak yang kita putar balik. Waktu itu Wakapolda kan juga turun,” kata Agus.

Dari data yang didapatkannya dari pihak kepolisian, pada malam tahun baru yakni 31 Desember 2020, ada sekitar 1380 kendaraan dari arah Jakarta diminta kembali ke daerah asalnya. Di waktu yang sama, lanjut Agus, sebanyak sekitar 550 kendaraan menuju kawasan Puncak dari arah Cianjur dan Bandung juga diputarbalik oleh petugas. (don)

 

Sebanyak 17 orang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes di kawasan Puncak Bogor selama liburan Natal dan Tahun Baru. Paling banyak warga Jakarta.

Loading...

Related Post