Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Ditangkap, Polri Koordinasi dengan PDRM

Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Ditangkap,  Polri Koordinasi dengan PDRM
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 1 Januari 2021 11:27 WIB
terasjakarta.id


Penyelidikan kasus lagu parodi 'Indonesia Raya' yang syairnya menghina lambang negara Indonesia, Polri berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Pasalnya, saat ini pelaku ditahan di Sabah, Malaysia

"Sekarang masih berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (31/12/2020) kemarin.

Meski demikian dari laporan PDRM menyebut, pelaku parodi lagu Indonesia Raya adalah warga negara Indonesia (WNI). Bahkan, lokasi pembuatan video tersebut juga bukan di Malaysia.

Sebelumnya, Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan telah mengamankan pelaku parodi lagu Indonesia Raya. Kepastian ini didapat usai PDRM memeriksa seorang berusia 40 tahun di Sabah, Malaysia.

"Tersangka ditahan di Sabah pada Senin (28/12/2020)," ujar Ketua PDRM Tan Sri Abdul Hamid Bador, Kamis (31/12/2020).

Dalam pemeriksaan, didapati bahwa pelaku ternyata bukan warga negara Malaysia. Melainkan warga negara Indonesia. WNI tersebut selama ini bekerja di Malaysia. “PDRM dapat petunjuk baru bahwa pelakunya disebut berasal dari negara seberang (Indonesia),” ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap WNI tersebut. “Kami sedang menginterogasinya untuk mendapat pengakuan siapa yang membuat video,” sambung Abdul Hamid. Dalam kasus ini, pihaknya juga sudah menginformasikan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

Sehingga bisa turut melakukan investigasi bersama atas kasus tersebut. Menurutnya, perbuatan pelaku itu jelas-jelas telah memicu kemarahan rakyat Indonesia. “Saya menjamin tindakan tegas akan diambil Jabatan Siasatan Jenayah (Departemen Penyelidikan Kriminal), yang membentuk tim untuk diterbangkan ke Sabah kemarin guna melacak pelaku,” jelasnya.

Selain itu, Abdul Hamid menegaskan, segala perbuatan yang mencoreng kehormatan sebuah negara adalah pelanggaran berat. “Insya Allah jika tersangka sudah ditangkap, kami akan mengadili dan menuntutnya di pengadilan untuk mendapat hukuman setimpal,” tegasnya.

Abdul Hamid juga mengimbau masyarakat Malaysia agar tidak melakukan hal-hal yang bisa memicu kemarahan rakyat negara lain. “Saya ingin mengingatkan warga Malaysia untuk menjauhi kegiatan tercela yang telah melukai perasaan warga negara tetangga kita Indonesia,” tandas Abdul Hamid. (adt)

 

Dalam penyelidikan kasus lagu parodi 'Indonesia Raya' Polri berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Pasalnya saat ini pelaku ditahan di Sabah Malaysia.

Loading...

Related Post