Warganet Minta WNI Pembuat Parodi Indonesia Raya Hina Lambang Negara Diusir dari Indonesia

Warganet Minta WNI Pembuat Parodi Indonesia Raya Hina Lambang Negara Diusir dari Indonesia
Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 31 Desember 2020 22:29 WIB
terasjakarta.id


Geger kasus parodi Lagu Indonesia Raya dengan syair yang menghina lambang Negara Indonesia yang ternyata dilakukan oleh warga negara Indonesia sendiri membuat warganet meradang.
Warganet pun meminta pelaku penghinaan dihukum seberat beratnya seperti, dipenjara, dicabut KTP, hingga diusir dari Indonesia karena tak mencerminkan cinta Tanah Air.

Hal itu diungkapkan sejumlah nitizen usai akun instagram @lambe_turah memposting cuplikan screen shoot pemberitaan media malaysia yang menyebutkan dugaan kuat pelaku penghinaan lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan WNI

"Orang orang kek gini harus dimusnahkan, atau di usir dari negara Indonesia,” komentar @mfathanmh.

"Hukum seberat-beratnya," komentar @peliks93.

"Cabut KTPnya Pak Tito," komentar @hariibnu.

Menurut wargannet, bila tak dihukum tak akan memberikan efek jera bagi pelaku. Selain itu, hal ini akan mendorong warga atau masyarakat lainnya melakukan hal sama dikemudian hari.

Terlebih apa yang dilakukannya, seolah mengadu domba antara negara Indonesia dengan Malaysia. "Udah marah2 sama tetangga deh yang ngadu domba saudara sendiri," komentar @komentar84.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia melalui  Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah melakukan investigasi terhadap viedo parodi Indonesia Raya yang Hina Indonesia. Hasil penyelidikan awal menyebutan,  video parodi lagu Indonesia Raya yang menghina negara Indonesia itu  dibuat oleh warga negara Indonesia (WNI).

Dilansir  Bernama TV, Kamis (31/12/), informasi itu diperoleh dari interogasi polisi terhadap seorang pekerja Indonesia berusia 40-an tahun yang ditangkap di Sabah pada Senin lalu. Polisi belum merinci identitas pelaku dan masih memburu tersangka lain.

Seperti diketahui,  parodi lagu kebangsaan Indonesia itu semula muncul dalam video di YouTube berjudul "Indonesia Raya Instrumental (Parody + Lyrics)" dalam bahasa Melayu. Video tersebut telah dihapus.

Video awalnya di-posting di YouTube oleh akun "MY Asean" yang menggunakan spanduk Malaysia sebagai gambar profilnya. Dslsm video itu bait lagu Indonesia Raya yang dipelesetkan, seperti "Indonesia tanah airku" menjadi "Indonesia kesusahanku".

Sedangkan pada kalimat lain berisi referensi sakit hati untuk Presiden Indonesia Joko Widodo. Ada juga lelucon bermusuhan atas nama bapak pendiri bangsa, Soekarno, yang pada tahun 1960-an mengumumkan "Ganyang Malaysia". 

Video itu juga mengubah lambang dasar negara Indonesia dari Garuda menjadi ayam ketakutan. Selain itu ada foto seorang anak muda yang sedang kencing di spanduk Indonesia

Menyusul kejadian ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui  Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur telah melaporkan video tersebut ke PDRM.

Menurut Yoshi Iskandar, Koordinator Fungsi Pensosboed KBRI Kuala Lumpur, para ahli Malaysia selalu meneliti masalah tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk menahan diri dan  percaya pemeriksaan saat ini berjalan sesuai hukum yang relevan," kata Yoshi.

"Pemerintah Malaysia telah mengambil tindakan, sesuai permintaan Indonesia, termasuk (meminta YouTube) untuk menghapus video tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, Senin lalu.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengecam keras video tersebut karena bisa mempengaruhi hubungan kedua negara.

"Jika video itu ditemukan diunggah oleh seorang warga Malaysia, tindakan tegas akan diambil berdasarkan hukum yang ada," kata Kedutaan Malaysia.

Video asli, yang telah ditonton setidaknya 44.000 kali, telah dihapus dan begitu juga akun yang mengunggahnya. Namun, beberapa pengguna YouTube telah mem-posting ulang video tersebut. (don)

 

 

Warganet pun meminta pelaku penghinaan dihukum seberat beratnya seperti dipenjara dicabut KTP hingga diusir dari Indonesia karena tak mencerminkan cinta Tanah Air.

Loading...

Related Post