UMKM di Jakarta pada Masa Pandemi

UMKM di Jakarta pada Masa Pandemi
UMKM
Editor : Herman Anda Menulis — Selasa, 29 Desember 2020 17:11 WIB
terasjakarta.id

Pada situasi ini Covid-19 yang terjadi di wilayah Indonesia , memberikan suatu dampak buruk terhadap roda perekonomian masyarakat Indonesia . begitupun untuk para pelaku Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) di Kota Jakarta .

Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari 9 bulan, telah mempengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Meski demikian, banyak pula yang memutar otak untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Banyak dari pelaku UMKM  yang mengalami kerugian, akibat merosotnya jumlah penjualan sejak sebulan ke belakang. Tetapi mereka selalu mencari cara untuk menaikan pemasukan perekonomian mereka untuk memperbaiki keuangan .

“Dampak Covid-19 sangat besar untuk UMKM , permintaan dan kegiatan menurun bahkan banyak UMKM yang gulung tikar karena perekonomian sulit dan bahan baku sangat susah dan barang modal juga susah ,” Ujar Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo, dalam diskusi virtual

Banyak pakar berpendapat bahwa UMKM harus melakukan inovasi agar dapat bertahan di tengah pandemi.sebuah inovasi dianggap dapat membawa UMKM bertahan dan keluar dari krisis perekonomian di masa pandemi ini.

 Bentuk Inovasi

Inovasi mengacu pada sesuatu yang baru dan membuat suatu perubahan bagi produk ,ide atau hal lainnya . Inovasi terbagi menjadi lima bentuk , yaitu inovasi  produk, perusahaan, pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan .

Inovasi produk berkenan dengan penawaran produk baru ke pasar. Inovasi ini dilakukan agar bisa menciptakan produk yang berkualitas dengan hargan yang terjangkau.

  • Inovasi Perusahaan : Berkaitan dengan strategi-strategi di dalam perusahaan tersebut untuk berkompetisi dengan perusahaan lain agar lebih unggul dalam bidangnya.
  • Inovasi Pemasaran : Berkaitan dengan memasarkan suatu produk agar suatu produk dapat dipasarkan dengan maksimal. Sedangkan
  • Inovasi Sumber Daya Manusia (SDM) : Berkaitan memilih calon pekerja yang memenuhi suatu kriteria yang baik
  • Inovasi Keuangan : Mengacu pada sebuah pengelolaan uang dalam perusahaan , agar menerima suatu keuntungan atau laba .

 

Strategi UMKM

Seorang pelaku UMKM fashion baju kota Jakarta, mengaku omzetnya menurun hingga lebih dari 50% .

Hal ini membuat pelaku UMKM memikirkan bagaimana cara untuk tetap bertahan di masa sulit karena sudah banyak langkah yang dilakukan pelaku UMKM seperti mencari pasar baru  dan memberikan potongan harga  tetapi semua itu tidak membuahkan hasil untuk pelaku UMKM .

Pada akhirnya pelaku UMKM baju mendapatkan sebuah cara yaitu mengikuti alur saat pandemi ini dengan memunculkan sebuah inovasi baru yaitu  memproduksi sebuah masker dengan motif batik  .

Karena sebuah masker dikalangan masyarakat lagi marak sekali sejak adanya Covid-19 , pelaku UMKM yang biasanya menjahit sebuah baju saja kini harus berinovasi dengan menambah produksinya dengan produksi masker sesuai dengan peran dalam penanganan penyebaran Covid-19

Alasan pelaku memilih memproduksi masker kain batik tersebut untuk menarik masyarakat untuk membeli sebuah produk tersebut dan mendukung salah satu ciri khas Indonesia di kalangan masyarakat, serta membantu menstabilkan perekonomian UMKM di masa pandemi pada saat ini.

 Inovasi Proses UMKM

Sebuah inovasi proses ini terkait pada sebuah cara baru untuk pencampaian produk ke konsumen .

Biasanya UMKM berjualan dipasaran masyarakat tetapi kini sudah berproses dan berinovasi dengan mewujudkan sebuah teknologi yang canggih dengan menggunakan media online untuk menyampaikan produk mereka ke konsumen .

Yang membuat konsumen semakin mudah untuk berinteraksi dengan pelaku konsumen , dengan media online dan e-commers seperti shoope , tokopedia dan lazada. Disitulah para UMKM memanfaatkan sebuah media online untuk memasarkan sebuah produk nya agar mencapai omzetnya di masa pandemi ini. Dengan media online dapat  menarik masyarakat karena biaya operasionalnya yang sedikit .

Pemerintah memberikan bantuan

Pemerintah memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM) untuk menstabilkan perekonomian .

Pemerintah memberikan dua jenis bantuan yang bisa di dapatkan para pelaku UMKM di tengah masa pandemi Covid-19 , yang pertama adalah program Listrik Gratis untuk pelaku UMKM dan yang kedua adalah Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) untuk modal usaha yaitu RP 2,4 Juta .

Pemerintah berharap bantuan program listrik gratis meringankan beban perkenomian masyrakat ditengah wabah virus corona tersebut .  Jumlah data pelanggan yang dapat bantuan dari pemerintah dan dimasukan dalam system kurang lebihnya totalnya 500 ribu ID pelanggan .

Selain memberikan berupa listrik gratis untuk pelaku UMKM, pemerintah juga memberikan sebuah dana dalam bentuk uang tunai untuk pelaku usaha . Besarnya sebuah dana BLT diberikan pelaku UMKM yaitu sebesar 2,4 juta. Bantuan ini diberikan langsung melalui rekening penerima yaitu pelaku UMKM tersebut.  Penyaluran bantuan untuk modal usaha pada tahap pertama sudah dianggarkan oleh pemerintah sebesar RP 22 triliun pada tahap pertama untuk 9,1 Juta UMKM .

Bantuan yang diberikan pemerintah juga memiliki syarat nya untuk bisa mendapatkan bantuan modal yaitu harus ber Kewarganegaraan WNI serta memiliki KTP. Dan hal yang paling utama adalah harus memiliki bukti yaitu mempunyai usaha mikro.

 Pencairan Dana Bantuan

Pencairan sebuah dana harus melengkapi sejumlah syarat seperti dari dokumen hingga surat pernyataan.  Dengan cara berikut :

Yaitu nasabah datang ke kantor bank membawa dokumen seperti buku tabungan , kartu ATM dan identitas diri . Jika kelengkapan sebuah dokumen belum dipenuhi , maka saldo bantuan otomatis ditahan . Meski begitu , akan dipastikan bahwa penahanan saldo tidak akan mempengaruhi rekening tabungan nasabah .(Cindy Tri BudiAstuti- Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Padjajaran)

 

 

Pandemi UMKM Jakarta

Loading...

Related Post