Komnas HAM Banyak Temui Hoax soal Penembakan Laskar FPI, Polri: Kami Akan Selidiki

Komnas HAM Banyak Temui Hoax soal Penembakan Laskar FPI, Polri: Kami Akan Selidiki
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 28 Desember 2020 18:49 WIB
terasjakarta.id


 

Mabes Polri akan menyelidiki informasi bohong atau  hoax terkait insiden kontak tembak antara polisi dan laskar FPI yang ditemukan Komnas HAM.

Seperti diketahui, saat mengumumkan hasil investigasi mereka, Senin (28/12), Komnas HAM menyampaikan pihaknya kerap menemukan informasi bohong atau hoax terkait insiden kontak tembak antara polisi dengan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

"Ya, akan diselidiki," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui pesan singkat, Senin (28/12/2020).

Menurut Argo, jajarannya kini sedang mengumpulkan bahan-bahan dan bukti-bukti yang terkadi dengan masalah itu. Pada saatnya, kata Argo, pihaknya akan mengumumkan hasil penyelidikan itu.

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, di gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakpus, Senin siang, mengatakan, Komnas HAM kerap menemukan hoax seputar insiden penembakan tersebut.

"Dalam kesempatan ini, juga kami ingin menyampaikan bahwa selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta karena tersebarnya informasi yang disebarkan banyak orang, sebagian besar hoax," ujarnya di gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakpus,

Amiruddin menceritakan bahwa Komnas HAM menemukan sejumlah informasi atau berita hoax di medsos. Hoax itu yakni mencampuradukkan keterangan Komnas HAM dengan peristiwa yang lain.

"Nah ini saya pikir, kami melihat adanya yang berupaya untuk mencampuradukkan antara berita atau keterangan yang disampaikan Komnas HAM dicampur aduk dengan keterangan yang lain. Atau keterangan Komnas HAM di peristiwa yang lain dicampur aduk dengan peristiwa yang lain lagi," ujarnya.

Padahal Komnas HAM hingga kini belum menyelesaikan penyelidikan insiden penembakan enam anggota Laskar FPI. Amiruddin mengatakan Komnas HAM terus menguji keterangan dan sejumlah barang bukti yang ditemukan.

"Nah, jadi kami mengharapkan masyarakat supaya berhati-hati dengan hoax seperti ini. Karena sampai hari ini Komnas HAM masih dalam proses terus menguji semua keterangan dan bukti ini, sehingga kami betul-betul nanti bisa menyampaikan apakah peristiwa ini akan seperti apa bentuk riilnya itu, ini bukti-buktinya," ucapnya.

Selain menemukan informasi bohong, Komnas HAM menemukan sejumlah informasi yang menyerang Komnas HAM secara pribadi. Komnas HAM meminta cara-cara seperti itu dihentikan.

"Bahkan belakangan mulai apa? Semacam menyerang personal ya, Komnas HAM, yang disampaikan melalui media-media sosial. Saya pikir ini perlu dihentikanlah yang begini-begini, supaya masyarakat tidak bertambah bingung dengan persoalan seperti ini," imbuhnya. (don)

 

 

 

 

Mabes Polri akan menyelidiki informasi bohong atau hoax terkait insiden kontak tembak antara polisi dan laskar FPI yang ditemukan Komnas HAM

Loading...

Related Post