Isu Adanya Rumah Penyiksaan Bagi 6 Laskar FPI Dibantah Komnas HAM

Isu Adanya Rumah Penyiksaan Bagi 6 Laskar FPI Dibantah Komnas HAM
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Komnas.go.id)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 28 Desember 2020 13:10 WIB
terasjakarta.id


Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih mendalami lebih jauh hasil investigasi mereka terkait kasus penembakan yang merenggut nyawa  enam laskar  Front Pembela Islam (FPI) beberapa lalu. Pihaknya menepis informnasi kalua Komnas HAM menemukan sebuah rumah yang dijadikan tempat penyiksaan terhadap para korbam sebelum tewas ditembak.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam membantah pihaknya menemukan rumah yang dijadikan tempat penyiksaan dan pembunuhan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) saat kasus itu terjadi pada Sabtu (7/12) dinihari lalu.

"Jadi kalau ada rumah tempat kejadian saya pastikan itu tidak benar. Karena itu juga yang diquote adalah statement saya, jadi saya pastikan Komnas HAM tidak pernah menemukan rumah tempat penyiksaan," ujar Anam di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2020).


Anam menjelaskan, hingga kini Komnas HAM masih berproses mendetailkan semua narasi kronologi peristiwa. Ia mengaku pertanyaan soal rumah penyiksaan sudah beberapa hari ditanyakan ke Komnas HAM. Padahal, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. "Pertanyaan soal rumah penyiksaan itu sejak dua hari lalu secara bertubi-tubi ditanyakan kepada kami dan kami pastikan bahwa statement soal rumah penyiksaan tidak tepat dan tidak pernah kami sampaikan, kalau ada yang menulis berarti salah," jelas Anam. 

 
Sebagaimana diketahui, sebanyak enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati polisi saat sedang mengawal perjalanan Habib Rizieq Syihab. Mereka adalah Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Aparat kepolisian beralasan terpaksa menembak mati mereka karena mencoba menyerang. Sedangkan FPI membantahnya.

Sejauh ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merampungkan pemeriksaan lapangan terkait dengan peristiwa kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Senin, 7 Desember 2020.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin menambahkan, dalam pengumpulan barang bukti di lapangan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini, antara lain proyektil peluru dan selongsong peluru. 
"Tim penyidik Komnas juga melakukan investigasi atau menyusuri tempat kejadian perkara di sekitar KM 50 tersebut dan mendapatkan sejumlah barang-barang yang bisa dinyatakan atau bisa dilihat sebagai bukti. Nanti butki-bukti ini perlu kami uji lagi, di antaranya adalah proyektil peluru dan juga selongsong," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Selain itu, Komnas HAM, kata Amiruddin juga menemukan serpihan kaca mobil. Menurutnya, serpihan tersebut akibat gesekan antara mobil FPI dengan kepolisian. "Kita dapatkan semacam serpihan atau pecahan dari bagian mobil yang kita duga saling serempetan, pecahan-pecahannya," tuturnya.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam membantah pihaknya menemukan rumah yang dijadikan tempat penyiksaan dan pembunuhan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) saat kasus itu terjadi pada Sabtu (7/12) dinihari la

Loading...

Related Post