Sandi Rihata, Penyandang Difabel Yang Berjasa Membantu Sahabatnya, Haidir Anam, Jadi Anggota TNI

Sandi Rihata, Penyandang Difabel Yang  Berjasa Membantu  Sahabatnya, Haidir Anam, Jadi Anggota TNI
Sandi Rihata (kiri) dan Haidir Anam (kanan) (Antara/HO-Youtube TNI AD)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 27 Desember 2020 16:45 WIB
terasjakarta.id


 

Siapa sangka nasib Haidar Anam diterima menjadi angota TNI berkat bantuan rekannya, Sandi Rihata, seorang penyandang difabel yang juga kuli bangunan di Mabesad TNI.

 

Diterimanya Haidir Anam menjadi anggota TNI, tak lepas dari peran sahabatnya, Sandi Rihata, seorang penyandang. Sandi sehari-hari bekerja sebagi kuli harian di Mabesad.

 

Dibandingkan Anam, Sandi yang lebih dulu akrab  dengan lingkungan Mabesad. Ia lebih dulu bekerja di lingkungan itu. Bahhkan,  Sandi   lebih dulu dikenal karena berkesempatan diajak makan siang oleh Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal Andika Perkasa yang kagum atas semangatnya bekerja meski dalam keterbatasan fisik.

 

Sandi-lah yang kemudian mengajak Anam untuk membantunya bekerja sebagai kuli bangunan harian.

 

Anam dan  Sandi sudah bersahabat sejak kecil di kampung mereka di Cirebon, Jawa Barat.

"Saya pekerja bangunan proyek, kuli bangunan. Ya, kerjain saluran, keramik, ngecat, dan sebagainya. Upah hanya Rp 120 ribu (per hari), namun setiap minggu saya ngirimin keluarga. Kalau saya cukup buat makan saja," kata Sandi.


Anam akhirnya berkesempatan setiap hari melihat aktivitas anggota TNI sehingga dia teringat kembali dengan cita-citanya menjadi prajurit TNI yang sempat dikuburnya.

Hingga pada satu ketika,  Kasad meninjau pekerjaan bangunan di sela berolahraga. Anam lantas memberanikan diri menyampaikan kepada Kasad mengenai cita-citanya menjadi prajurit TNI.

 Nasib akhirnya membuat dia lolos seleksi dan diterima menjadi prajurit TNI dan kini harus mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Tamtama Dodik Secata Daerah Militer (Dam) III/Siliwangi, sementara Sandi melanjutkan kerjanya di Mabesad.

Lalu, apakah Anam melupakan sahabatnya, Sandi? Tidak. Dia rajin mengabarkan sahabatnya itu tentang latihan yang dijalaninya sebagai anggota TNI. Sandi pun tak lupa mendoakan Anam agar sukses menjalani latihannya.

"Saya sama Anam ya deket aja, kayak saudara. Main bareng, kumpul bareng, ngopi bareng. Dia selalu bela saya kalau ada yang ngledekin (keterbatasan fisiknya)," kata Sandi dikutip dari Antara.

Rohmaniah, ibunda Sandi pun ikut bangga karena Anam yang merupakan sahabat karib sang anak diterima menjadi prajurit TNI sebagaimana yang dicita-citakannya.

Dia hanya berharap Anam kelak tidak melupakan persahabatannya dengan Sandi, sebab selama ini hanya Anam satu-satunya kawan yang paling baik dengan Sandi.

"Ibu merasa bangga Anam waktu itu pamit, syukur kalau sampai sekolah TNI. Harapan ibu mah yang penting Anam jangan lupa sama Sandi. Karena, temen cuma Anam yang paling baik sama Sandi," ungkap Rohmaniah. (don)

Diterimanya Haidir Anam menjadi anggota TNI tak lepas dari peran sahabatnya Sandi Rihata seorang penyandang. Sandi sehari-hari bekerja sebagi kuli harian di Mabesad.

Loading...

Related Post