Geger Pasien Corona-Nakes Mesum, Covid-19 Bisa Menular Lewat Seks

  Geger Pasien Corona-Nakes Mesum, Covid-19 Bisa Menular Lewat Seks
Ilustrasi (Pixabay)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 26 Desember 2020 20:22 WIB
terasjakarta.id


Geger kasus hubungan seks antara seorang pasien positif corona dengan seoran tenaga kesehatan (nakes)/perawat, hingga kini masih diselidiki. Belum diketahui kebenaran kasus ini karena masih diselidiki.

Kasus ini viral  setelah cuitan seorang netizen yang mengaku pasien COVID-19 berhubungan intim dengan tenanga kesehatan saat sedang menjalani masa isolasi di RS Darurat Wisma Atlet.

Terlepas dari itu, apkah Corona bisa menyebar melalui hubungan seks? Sebuah penelitian menunjukkan meski belum ada bukti virus Corona ditularkan melalui air mani atau cairan vagina, namun virus tersebut pernah terdeteksi pada cairan sperma seseorang yang sedang dalam masa pemulihan.

Apalagi, saat melakukan hubungan seks biasanya pasangan akan berada dalam jarang kurang dari dua meter sebagai mana standar protokoler Corona yang ditetapkan selama ini. Dengan demikian, kemungkinan untuk terkena droplet akan lebih besar. Selain itu, berhubungan seksual juga berarti melakukan hubungan yang intim seperti berciuman.

"Kami tahu Covid-19 ada dalam tetesan pernapasan, tetapi kami tidak tahu pasti apakah itu ada dalam cairan vagina atau air mani," kata ahli infeksi di Cleveland Clinic, Kristn Englund dikutip dari Express dan dilansir Detik helth.

Seperti diketahui Covid-19 dapat menyebar melalui air liur atau lendir. Aktivitas seksual seperti berciuman juga dianggap berpotensi menularkan Covid-19.

Tapi, apakah pasien yang sudah sembuh dari Corona boleh kembali melakukan hubungan seks dengan aman?

Para ahli mengatakan dan mengingatkan para pasien yang sudah pulih dari infeksi virus Corona, untuk menahan diri dan tidak langsung berhubungan seks dengan pasangannya. Bahkan kegiatan ini harus ditahan selama lebih dari sebulan sejak mereka sembuh.

Dikutip dari dari New York Post, seorang ahli medis senior di Departemen Pengadilan Penyakit Thailand, Veerawat Manosutthi, menyarankan untuk menahan kegiatan tersebut selama 30 hari setelah sembuh.

Manosutthi mengatakan, setelah sudah melewati 30 hari pasca sembuh dari Covis-19, para pria yang sudah sembuh ini harus menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seks.

Sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa sekitar 16 persen pria memiliki jejak Covid-19 di dalam spermanya. Mereka belum yakin apakah bisa tertular lewat berhubungan seks, tetapi akan lebih aman jika mengambil tindakan pencegahan. (don)

Heboh hubungan mesum antara pasien positif Corona dengan seorang tenaga kesehatan menimbulkan pertanyaan apakah virus corona bisa menular melalui hubungan badan?

Loading...

Related Post