Pengembang Apartemen Harus Kolaborasi dengan Pemprov DKI Terkait Fasilitas Isolasi

 Pengembang Apartemen Harus Kolaborasi dengan Pemprov DKI Terkait Fasilitas Isolasi
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 26 Desember 2020 19:27 WIB
terasjakarta.id


Jumlah pasien Covid-19 di Jakarta semakin bertambah. Ruang isolasi mandiri saat ini sangat dibutuhkan untuk menampung pasien orang tanpa gejala (OTG).

Terkait hal itu, semua pihak diharapkan untuk dapat bersama mengatasi berbagai persoalan tersebut. 

Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mengatakan, pengembang apartemen harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan ruang perawatan pasien covid-19.

"Covid setiap hari tambah besar. Kalau terus berkembang, saya kuatir sarana fasilitas kesehatan kurang," kata Taufik dalam keterangan pers di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2020).

"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengembang di Jakarta perlu segera dilakukan, apartemen yang belum terjual supaya dipinjamkan untuk lokasi perawatan," tambahnya. 

 

Menurut Taufik, dengan adanya langkah kolaborasi diharapkan semua pasien mendapatkan perawatan dengan baik. 

"Kenapa harus apartemen, karena apartemen sudah memikiki ruang dan sekat yang mirip dengan rumah sakit. Jadi saya berharap para pengembang yang memiliki apartemen supaya meminjamkan apartemen itu," jelas Taufik. 

Lebih lanjut politisi Gerindra itu menambahkan, dengan berkolaborasi semua pihak akan sama-sama terbantu. Pemprov DKI akan memenuhi fasilitas kesehatan dalam perawatan pasien covid-19.

"Yang penting saat ini lokasi isolasi. Soal tempat tidur maupun perawat medis akan disediakan oleh pemerintah daerah. Intinya semua tolong-menolong dan pengembang akan mendapat kebaikan dari apa yang sudah dilakukan," tutup Taufik. 

Untuk diketahui sebelumnya, Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, tak lagi menerima pasien positif Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Pasien OTG yang saat ini ada di Tower 5 pun akan dipindah dan dipulangkan. Hal ini dilakukan karena keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Tower 4, 6, dan 7 terus meningkat dan sudah mencapai 75 persen.

"Karena pasien bergejala di tiga tower sudah lebih dari 75 persen, sehingga perlu spare untuk pasien bergejala. Akhirnya di Tower 5 dipakai untuk pasien bergejala, sehingga praktis kami sudah tidak menerima pasien orang tanpa gejala," kata Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letkol Laut Muhammad Arifin, Selasa (22/12/2020).

Arifin mengatakan, Tower 4 saat ini sudah terisi 82,28 persen atau 1.272 orang pasien dari 1.546 tempat tidur yang tersedia.

Sementara itu, Tower 6 sudah terisi 62,62 persen atau 814 orang pasien dari 1.300 tempat tidur yang tersedia. (potan)

 

Jumlah pasien Covid-19 di Jakarta semakin bertambah. Ruang isolasi mandiri saat ini sangat dibutuhkan untuk menampung pasien orang tanpa gejala (OTG).

Loading...

Related Post