Sekuriti Penganiaya Dokter Cantik Pakai Kunci Inggris Ternyata Ingin Memperkosa Korban

Sekuriti Penganiaya Dokter Cantik Pakai Kunci Inggris Ternyata Ingin Memperkosa Korban
Abdul Jabar, petugas sekuriti hotel yang menganiaya dokter cantik ditangkap polisi. (poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 25 Desember 2020 01:09 WIB
terasjakarta.id


Kasus penganiayaan terhadap dokter cantik,  Ranisa Larasati, oleh  petugas sekuriti  Hotel Bamboo Inn, Palmerah, Jakarta Barat,Minggu (21/12) lalu menguak fakta baru.

Berdasarkan informasi di awal kejadian, doketer Ranisa Larasati dinaiya karena pelaku bernama Abdul Jabar  kesal lantaran korban menolak melakukan tes cepat Covid-19. Belakangan, terungkap kalua pelaku melakukan pelecehan terhadap korban dan nyaris memperkosanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa korban merupakan dokter yang berprestasi dengan nilai kelulusan yang tinggi.

“Korban merupakan dokter berprestasi jika kita melihat labelnya. Pada tahun 2014, korban merupakan 10 besar tes UN, dia ingin sertifikasi dokter jantung. Namun karena kejadian ini akhirnya tertunda,” tukas Arsya.

Di hotel itu, korban berencana untuk mengikuti kegiatan sertifikasi dokter jantung yang digelar sejak 18 Desember 2020 lalu.

Korban mendapat pelecehan oleh tersangka sejak berada di dalam lift hotel. Pelecehan tersebut dilakukan tersangka lantaran suka dengan wajah cantik korban. 

"Jadi di lift pelaku sempat melecehkan korban, tapi ditepis kemudian langsung dipukul pelaku pakai tangan mengenai mata korban. Kemudian sampai di lantai enam korban ditarik ke ruangan kosong dan hendak di perkosa," ucap Arsya.

Didalam ruangan kosong ini, tersangka lalu meminta uang Rp 500 ribu tapi karena takut korban menyerahkan dompetnya yang berisi uang Rp150 ribu.

Tidak cukup disitu tersangka juga berusaha memperkosa korban, namun kembali mendapat perlawanan.

Tersangka kemudian kesal dan marah lalu mengambil kunci Inggris yang sudah dibawanya dan dipukulkan sebanyak Sembilan  kali ke bagian kepala korban. Kucuran darah berceceran di ruangan hingga dinding lantai enam hotel.

Korban sempat teriak, namun ruangan tersebut dalam keadaan sepi. 

Melihat korban meringis kesakitan, tersangka panik dan masih sempat membawa korban kembali ke mobilnya.

 "Pelaku ini ketakutan dan mengantar korban kembali ke mobil. Kemudian mengarahkan korban untuk pergi. Korban diminta untuk bilang mengalami kecelakaan. Karena takut korban pergi," tukas Arsya.

Begitu korban pergi, tersangka langsung kabur dari hotel tempatnya kerja. "Pelaku ini kabur beberapa lama kemudian setelah kejadian. Jadi korban sempat ditangani di RS Harapan Kita sebelum dirujuk ke RS Siloam karena sempat kritis," tutur dia.

Mendapat laporan, tersangka kemudian dibekuk Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di rumah saudaranya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Minggu (20/12)

Semenara itu, hingga kini dokter Ranisa Larasati masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam akibat tengkorak kepalanya pecah.

Luka tersebut didapat korban akibat hantaman kunci inggris sebanyak 9 kali dibagian kepala atas.

Selain itu mata bagian kiri korban juga lebam dan membengkak dipukul menggunakan tangan oleh Abdul Jabar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, korban masih menjelani perawatan diruang ICU rumah sakit. 

"Bagian atas tulang tengkorak kepalanya pecah sehingga harus di operasi. Jadi serpihan pecahan tulang tengkorak itu menempel dan itu harus dibersihkan," kata Arsya. (don)

Kasus penganiayaan terhadap dokter cantik Ranisa Larasati di Hotel Bamboo Inn Palmerah Jakarta Barat Minggu (21/12) lalu ternyata karena pelaku Abdul Jabar yang juga petugas sekuriti di hotel tersebut tergoda dengan kecantikan korban dan ingin mempe

Loading...

Related Post