Menko Polhukam Mahfud MD: Tak Ada Islamfobia di Indonesia

Menko Polhukam Mahfud MD: Tak Ada Islamfobia di Indonesia
Menko Polhukam Mahfud MD (jabar.poskota.co.id).
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 25 Desember 2020 00:43 WIB
terasjakarta.id


Isu adanya Islamfobia dan kriminaliasai terhadap ulama menjadi isu besar yang terus bergulir akhir-akhir ini.

Menyikapi hal omo,  Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tidak ada Islamofobia dalam pemerintahan di Indonesia.

"Pejabat politik, pemerintahan, pembuat kebijakan, petinggi dan anggota TNI/Polri sebagian terbesar adalah orang-orang Islam yang tidak mungkin bisa menjadi pemimpin jika ada Islamofobia di sini," kata Menko Polhukam Mahfud dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (24/12).

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan,  sekarang ini banyak petinggi TNI/Polri yang pandai mengaji bahkan menjadikan markas TNI dan Polri sebagai tempat pengajian dan sema'an Quran.

Tidak hanya itu, Menko Polhukam Mahfud MD juga membantah adanya  tudingan yang menyebutkan telah terjadi kriminalisasi ulama.

"Tak ada kriminalisasi ulama di Indonesia sebab selain ikut mendirikan Indonesia dulu, saat ini para ulama lah yang banyak mengatur, memimpin, dan ikut mengarahkan kebijakan di Indonesia," tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Lebih jauh Menko Polhukam Mahfud menjelaskan,  sejumlah kasus yang banyak disebut sebagai upaya kriminalisasi ulama oleh masyarakat. Di kasus Abu Bakar Ba'asyir, kata dia,  yang bersangkutan terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat terorisme.

"Dia itu dijatuhi hukuman ketika ketua Mahkamah Agung dikenal sebagai tokoh Islam yakni Bagir Manan. Tak mungkin Pak Bagir membiarkan kriminalisasi ulama, jika tak ada bukti terlibat terorisme," ujar Manko Polhukam Mahfud.

Begitu pun dalam kasus Bahar Bin Smith yang terbukti jelas melakukan penganiayaan berat. Sedangkan untuk kasus Rizieq Shihab, Menko Polhukam Mahfud  MD mengatakan,  penetapan tersangka tidak dikaitkan dengan politik ataupun status kehabiban-nya.

"Tetapi karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana umum," pungkasnya. (don)

 

Manko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan adanya Islamfobia dalam pemerintahan di Indonesia. Para pejabat politik pemimpin di pemerintahan dan TNI/Polri adalah orang-orang Islam yang tidak mungkin membiarkan konsisi seperti itu.

Loading...

Related Post