Berlibur ke Puncak Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antigen, Wisatawan Disuruh Putar Balik

Berlibur ke Puncak Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antigen, Wisatawan Disuruh Putar Balik
razia petugas di kawasan Puncak, Bogor (Beritasatu.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 24 Desember 2020 15:16 WIB
terasjakarta.id


Warga masyarakat yang akan berlibur ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebaiknya melengkapi diri dengan berbagai persyaratan yang ditentukan terkait dengan protokol Covid-1.

Pasalnya, petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mulai melakukan razia terhadap para wisatawan yang hendak masuk ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Razia tersebut berkaitan dengan peraturan baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk para wisatawan agar membawa surat hasil tes rapid antigen jika ingin berwisata ke wilayah Kabupaten Bogor.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, peraturan terbaru itu tertera dalam surat Bupati Bogor Nomor 423/Covid-19/Sekret/XII/2020, yang sifatnya menyesuaikan dengan kebijakan Jawa Barat dan Jakarta.

"Ini hari pertama kita melakukan razia gabungan, sesuai surat edaran bupati jika masyarakat luar daerah tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid test antigen, agar terlebih dulu membuat surat tersebut," katanya di tempat operasi gabungan di Simpang Gadog, Kamis (24/12).

Agus mengatakan, Satgas Covid-19 melakukan razia secara seremtak di beberapa titik di Kabupaten Bogor, tidak hanya di kawasan Puncak saja. Razia ini, akan dilakukan pada libur panjang hari raya Natal ini akan berlangsung sampai 27 Desember 2020. Kemudian akan dilanjutkan lagi pada 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.

"Razia kali ini dilakukan secara random (acak) kepada pengendara mobil yang akan menuju ke Puncak Bogor. Kita lakukan hanya sampai 27 Desember saja pada libur Natal kali ini, tapi akan dilanjut lagi pada 31 Desember sampai 3 Januari pada libur tahun baru," imbuhnya.

ejak dimulainya razia pada pagi hari, banyak wisatawan dari luar daerah Bogor yang hendak masuk ke kawasan Puncak tidak bisa menunjukkan hasil rapid test antigen. Setidaknya, kata Agus, ada puluhan kendaraan yang pengendara serta penumpangnya kedapatan tidak bisa menunjukkan surat hasil tes rapid antigen. Sehingga, pihaknya secara tegas meminta mereka untuk memutarbalik.

"Ada puluhan, tapi kami juga memberikan pemahaman kepada masyarakat, jika mau berlibur ke kawasan Puncak Bogor agar melakukan test rapid antigen. Karena itu merupakan kebijakan terbaru yang wajib selama natal dan tahun baru ini," jelasnya.

Selain itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga menawarkan para wisatawan atau masyarakat yang belum mempunyain surat hasil tes rapid antigen untuk melakukan tes di posko Satgas Covid-19. Meski demikian, jumlah yang disediakan hanya terbatas.

Satgas Covid-19 juga telah berkordinasi dengan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, dan tempat-tempat wisata untuk lebih ketat lagi dalam menerima tamu untuk terlebih dahulu dianjurkan menunjukkan surat hasil rapid antigen.

"Alhamdulillah PHRI juga sudah bekerja sama dengan kita, agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat, dan kalau ada yang mau nginap mereka mewajibkan untuk menunjukkan surat tersebut," tuturnya. (Disadur dari Republika.co.id)

Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mulai melakukan razia terhadap para wisatawan yang hendak masuk ke kawasan Puncak Kabupaten Bogor. Para wisatawan yang tak membawa hasil tes Rapid Antigen harus putar balik.

Loading...

Related Post