Dilaporkan ke Polisi, Nyali Said Didu Ciut, Hapus Cuitan dan Minta Maaf

Dilaporkan ke Polisi, Nyali  Said Didu Ciut,  Hapus Cuitan dan Minta Maaf
Said Didu (Cnn.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 24 Desember 2020 12:26 WIB
terasjakarta.id


 

Said Didu, tokoh yang dikenal keras mengeritik pemerintah menyampaikan permohonan maaf setelah cuitannya di akun Twitter berbuntut laporan ke polisi. Said Didu pun telah menghapus cuitannya itu.

 

Said Didu mengakui kalua cuitannya itu bisa menimbulkan kesalahan pengertian di masyarakat. Dalam cuitannya itu, kata “menggebuk” yang ia tulis sudah diberikan tanda kutip.



"Sepertinya ada kesalahan pengertian kata 'menggebuk' dalam mention saya tersebut walau saya sudah berikan tanda kutip. Maksudnya adalah meluruskan secara hukum. Karena kesalahan tersebut maka beberapa waktu kemudian twit saya tersebut saya hapus. Sekali lagi saya mohon maaf," ujar Said.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf  jika ada yang tersinggung dengan cuitan mentionnya tadi. "Jika ada pihak merasa tersinggung dengan mention saya tersebut (yang saya sudah hapus beberapa waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih," kata Said.

Seperti diketahui, Saidu Didu dilaporkan Ketua PAC Ansor Jagakarsa, Wawan, ke Bareskrim Polri. "Isi Twitternya mengenai bahwa Presiden inginkan Menag untuk menggebuk Islam. Nah, ini kan kami bisa lihat ada ujaran kebencian juga terkait SARA," kata Wawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 23 Desember 2020.

Wawan menilai cuitan Said Didu itu telah menghina Yaqut Cholil Qoumas yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menag.

"Yaqut sendiri belum bekerja sebagai Menag. Malah ketika beliau pertama kali pidato tentang masalah sebagai Menag. Jadi bagaimana umat Islam itu saling bersatu/guyub. Tapi sepertinya di akun Said Didu itu sudah menghukumi, menjustifikasi seakan-akan Menag ini untuk menggebuk Islam padahal kan saya orang Islam. Saya jadi merasa digebuk oleh pemerintah," tuturnya.

Dalam pelaporannya, Wawan mengaku membawa barang bukti berupa screenshot cuitan Said Didu dan flashdisk. Wawan berharap setelah laporannya diterima, aparat kepolisian bisa dengan segera menindaklanjuti ke langkah selanjutnya.

"Sementara ini laporan kami baru diterima, kami berharap kepolisian langsung menindaklanjuti. Kami harap ini jadi syok terapi juga dan berharap ini tak ada lagi orang yang sembarangan posting tentang ujaran kebencian dan ketidakpercayaan kepada pemerintah kan bahaya," ujarnya (don)

Said Didu tokoh yang dikenal keras mengeritik pemerintah menyampaikan permohonan maaf setelah cuitannya di akun Twitter berbuntut laporan ke polisi. Said Didu pun telah menghapus cuitannya itu.

Loading...

Related Post