Dalih Polisi Tetapkan Habib Habib Rizieq Jadi Tersangka Dalam Dua Kasus

Dalih Polisi Tetapkan Habib Habib Rizieq Jadi Tersangka Dalam Dua Kasus
Habib Rizieq Shihab (poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 24 Desember 2020 11:04 WIB
terasjakarta.id


Polisi sudah menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menjadi tersangka dalam dua kasus yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat dan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Kasus di Petaamburan semula ditangani oleh Polda Metro Jaya, sedangkan di  Megamendung ditangani oleh Polda Jawa Barat. Belakangan, kedua kasus ini diambil alih penanganannya oleh Bareskrim Mabes Polri.

Mabes Polri pun punya  alasan menerapkan status tersangka dalam kedua kasus yang saat kejadin sama-sama mendatangankan massa.  Dalam dua kasus ini, Rizieq disangkakan dengan pasal yang berbeda. Untuk kasus kerumunan Petamburan, dijerat pasal 216 KUHP tentang Menghalang-halangi Kerja Aparat dan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Sedangkan, di kasus Megamendung, Rizieq disangkakan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pasal tersebut memiliki ancaman pidana jauh lebih ringan dibanding Pasal 216 dan 160 KUHP.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengatakan, penyidik Polda Jawa Barat tidak menemukan bukti bahwa Rizieq melakukan penghasutan di kerumunan Megamendung. Sehingga tidak bisa dijerat pasal yang sama dengan kasus Petamburan.

“Iya (tidak ada Pasal 160) karena penyidik Polda Jawa Barat tidak menemukan bukti-bukti terkait penghasutanya,” kata Andi saat dihubungi, Kamis (24/12). 

Penyidik hanya menemukan adanya dugaan penghasutan oleh Rizieq agar massa melakukan perkumpulan jumlah besar dan melanggar protokol kesehatan Covid-19 di kasus Petamburan. Hal itu pula yang membuat Rizieq langsung dikenakan penahanan. Sebab, Pasal 160 KUHP memiliki ancamam pidana di atas 5 tahun.

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya memutuskan menahan Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Dia ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Penahanan terhitung sejak 12-31 Desember 2020.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penahanan dilakukan berdasarkan pertimbangan matang penyidik. Alasannya ada dua. Yakni objektif dan subjektif.

“Untuk objektik ancaman pidananya 6 tahun. Untuk subjektif agar pertama nggak lari, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12) dini hari.

Argo menuturkan, dalam pemeriksaan kali ini, Rizieq dicecar 84 pertanyaan oleh penyidik terkait kerumunan dalam acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat. Adapun pemeriksaan Rizieq telah selesai pada Sabtu (12/12) pukul 22.00 WIB.

Dalam perkara ini penyidik menetapkan 6 orang tersangka. Yaitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selaku penyelenggara, Ketua Umum FPI Shabri Lubis (SL) selaku penanggung jawab acara, Haris Ubaidillah (HU) selaku Ketua Panitia, Ali bin Alwi Alatas (A) selaku Sekretaris Panitia, Panglima LPI Maman Suryadi (MS) sebagai penanggung jawab keamanan, dan Habib Idrus (HI) sebagai kepala seksi acara.(don)

 





Polisi sudah menetapkan Imam Besar Fron Pembela Islam (FPI) Habib Ruzieq Shihab menjadi tersangka dalam dua kasus yang terjadi di Petamburan Jakarta Pusat dan di Megamendung Bogor. Ini alasan polisi.

Loading...

Related Post