Tepat di Hari Ibu, Istri Eks Menteri Kelautan Edhy Prabowo Dipanggil KPK

Tepat di Hari Ibu, Istri Eks Menteri Kelautan Edhy Prabowo Dipanggil KPK
Iis Rosita Dewi (pikiran-rakyat.com)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 22 Desember 2020 11:15 WIB
terasjakarta.id


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (22/12), memanggil anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Iis Rosita Dewi, yang juga istri dari tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri  mengatakan, Iis Rosita Dewi dipanggil sebagai saksi atas tersangka Edhy Prabowo yang tak lain suaminya sendiri. "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo Red-) terkait tindak pidana korupsi suap perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," kata Ali Fikri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (22/12).

Ia melanjutkan, selain Dewi KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk Edhy, yaitu Plt Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Zaini Hanafi, advokat Djasman Malik, dan pegawai bagian Finance PT PLI, Kasman. KPK juga memanggil Kepala Pengamanan Hotel Grandhika, Halim Chasani, sebagai saksi untuk tersangka lain dalam kasus itu, yakni Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP), Suharjito (SJT).

Menurut Ali Fikri, KPK  telah mencegah Dewi bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan sejak Jumat (4/12).

Seperti dilansir Antara, selain Edhy, enam orang yang juga telah ditetapkan tersangka, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan/Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence), Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan/Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence), Andreau Pribadi Misata (APM), dan seorang wiraswatawan, Amiril Mukminin (AM).

Selanjutnya, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF), dan Suharjito (SJT).

KPK dalam perkara ini menetapkan Edhy sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan pengiriman dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.

Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri, senilai total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Bahtiar mentransfer ke rekening Faqih sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya, Safri serta Misata.

Uang itu antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istrinya di Honolulu, Amerika Serikat, pada 21-23 November 2020 sebanyak sekitar Rp750 juta, yang di antaranya dibelanjakan jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy.

Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100.000 dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Mukminin. (don)


 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (22/12) memanggil anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Iis Rosita Dewi yang juga istri dari tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo.

Loading...

Related Post