Di Kota Bekasi Tak Boleh Kumpul Lebih dari Lima Orang

Di Kota Bekasi Tak Boleh Kumpul Lebih dari Lima Orang
ilustrasi kerumunan massa (Sindonews.com)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 22 Desember 2020 11:00 WIB
terasjakarta.id


Pemerintah Kota Bekasi menerapkan aturanan ketat guna menekan penyebaran Covid-19 pada liburan natal dan tahun baru (nataru). Terutama terkait dengan kerumunan massa.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah, menuturkan, pihaknya tak segan untuk menjaring dan membina para warga yang kedapatan bergerombol lebih dari lima orang saat malam pergantian tahun. “Kita tangkapinlah, kita bina kita lakukan pembinaan. Maskimal berkerumun lima orang. Lebih dari itu enggak boleh,” kata Abi kepada wartawan, Selasa (22/12).

Lebih lanjut, pihaknya akan menyiapkan 28 personel di setiap kecamatan untuk melakukan patroli. Mereka akan mengawasi warga secara bergantian. “Dimungkinkan satu shift dalan sehari itu ada lima orang. Kemudian yang kedua di Mako kita akan mobile, memantau, yang lebih utama sekarang kan tidak kerumunan,” jelas dia.

Selain akan merazia kerumunan, Abi juga akan mengawasi adanya petasan yang dijual secara bebas juga tempat hiburan malam. Kendati begitu, ia tak melarang apabila ada pedagang yang menjual terompet untuk malam tahun baru. “Terompet boleh saja namanya juga usaha, kalau ada kerumunan ya kita usir nantinya,” terang dia.

Sebelumnya, dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 452/ 7194 -Setda.Kesos Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 menerapkan Protokol Kesehatan 3M dalam mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19 Pada Masa Pandemi di Kota Bekasi.

Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
Pemkot Bekasi menghimbau kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Persekutuan Gereja Indonesia, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Umat Kristiani, Organisasi Masyarakat dan seluruh element masyarakat di Kota Bekasi untuk membantu pelaksanaan monitoring dan pengawasan penanganan penyebaran Covid-19. (don)



 

Pemerintah Kota Bekasi menerapkan aturanan ketat guna menekan penyebaran Covid-19 pada liburan Natal dan Tahun Baru (nataru). Masyarakat tidak boleh berkumpul lebih dari lima orang karena akan dibubarkan oleh petugas Satpol PP yang terus melakukan patroli

Loading...

Related Post